24 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kartun Ini Rekam Sejarah Permainan Tradisional Anak Balikpapan


Kartun Ini Rekam Sejarah Permainan Tradisional Anak Balikpapan

KLIKBALIKPAPANBanyak yang bilang, masa anak-anak adalah masa yang paling indah sepanjang hidup. Bermain sepanjang waktu, meluapkan keriangan tanpa beban dan mendapat pelukan penuh kasih sayang.  Setiap anak punya cerita masa kecilnya, seperti kota yang punya cerita berbeda tentang perkembangannya.

Balikpapan, kota dengan keragaman budaya juga kaya dengan permainan anak tradisional. Yang sekarang tergerus dan tergantikan dengan permainan modern berbasis teknologi.

Barangkali berangkat dari keresahan itu, seorang facebooker Balikpapan dengan nama maya “MUSE”, mengangkat kartun bertema permainan anak Balikpapan yang tren di sekitar tahun 1970-an sampai tahun 1980-an. Permainan ini mungkin terdapat di sejumlah daerah di Indonesia dengan nama yang berbeda.

Berikut contoh beberapa kartun yang merekam sejarah permainan tradisional anak di Kota Balikpapan. Sebagian diantaranya mungkin masih ada.  Tapi, beberapa permainan anak dalam kartun ini sudah langka di Balikpapan. Bahkan mungkin sudah hilang ditelan jaman.

1. Main Lepok-an

Di beberapa daerah di Balikpapan, permainan ini disebut main Gepok. Mungkin karena ukuran rata-rata yang sebesar gepok tangan. Ketika Balikpapan sedang membangun, banyak pasir bahan bangunan yang menjadi ‘korban’ permainan ini. Cara bermainnya dengan membuat bola seukuran tangan dari pasir yang tadi disebut Gepok, lalu diadu dengan Gepok lainnya.

Untuk memadatkan, biasanya ditambahkan air. Namun, jika kelebihan air, Gepok tidak akan padat. Disinilah seni permainan ini. Bahkan untuk memadatkan, Gepok terlebih dulu dikeringkan sebelum pertarungan atau bahkan dipanaskan dengan cara dibakar.

Pertarungan Gepok biasanya sampai “titik darah penghabisan”. Gepok siapa yang bertahan sampai Gepol lainnya hancur, dialah pemenangnya. Biasanya, dua petarung akan “siut”. Petarung yang kalah akan menaruh Gepok di permukaan tanah, lalu Gepok petarung lainnya akan dijatuhkan mengenai Gepok yang berada di permukaan tanah.  Jika tidak hancur, Gepok tersebut punya kesempatan untuk menjatuhkan Gepoknya ke lawan tadi. Begitu seterusnya hingga ada Gepok yang hancur.

Biasanya ada kesepakatan bagaimana cara menghancurkan Gepok, apakah dengan cara menjatuhkan atau menghempas. Umumnya cara menghempas biasanya dilakukan untuk pertarungan “panas” karena gengsi Gepok dua petarung.

Beberapa kecurangan dalam permainan ini yang paling banyak dijumpai adalah membuat inti Gepok dari semen. Gepok inti dari semen itu lalu disamarkan dengan pasir di bagian luar. Tapi cara ini akan diketahui sekian lama, setelah banyak anak yang curiga pada Gepok yang selalu menang dalam pertarungan. Jika ditemukan kecurangan, anak yang punya Gepok sulit mendapatkan rival untuk bertarung karena track record yang buruk.

Permainan ini banyak memberikan pesan positif. Prinsipnya permainan ini memberikan pelajaran tentang sikap disiplin, jujur dan menghormati aturan main. (bersambung ke halaman berikutnya)



Reporter : Sereal Ibrahim    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0