21 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Mantan Wakapolri ini Punya Ilmu Kebal, Yuk Simak Kisahnya..!


Mantan Wakapolri ini Punya Ilmu Kebal, Yuk Simak Kisahnya..!
Yusuf Manggabarani

KlikBalikpapan.com - Yusuf Manggabarani, mantan wakapolri, ternyata memiliki ilmu kebal. Jenderal berdarah bugis ini memang dikenal pemberani, tidak mengenal takut apalagi dalam menjalankan tugas.

Dikutip dari buku 'Jusuf Manggabarani Cahaya Bhayangkara' karya Nur Iskandar, diceritakan bahwa Jenderal kelahiran Makassar 11 Februari 1953 ini, pernah mengalami sebuah kejadian, dimana pernah ditembak, akan tetapi peluru yang ditembakkan justru berjatuhan, tidak mengenai dirinya.

Peristiwa itu, tepatnya terjadi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Pria yang sering disapa Puang Oca ini, dihadapkan dengan kelompok preman Palopo yang terkenal sering membuat kekacauan. Kelompok preman itu diketuai oleh Sukri yang sudah 16 tahun “berkuasa”.  Suksri dikenal pemberani dan Tak ada satu pun polisi berani menerima tantangannya untuk baku tembak dari jarak dekat.

Yusuf Manggabarani menerima tantangan Sukri tersebut.

Saat itu dia berpangkat komisaris besar (Kombes). Dengan naik trail dan pakaian Brimob, Jusuf selempangkan senjatanya. Dia tancap gas membelah jalan raya menuju Mangkutana.

Sampai di lapangan Sukri sudah menunggu dengan senjata rakitan Pa'Poro. Jarak tembak maksimum 45 meter. Keduanya pun bersiap melepaskan timah panas. Hidup atau mati tergantung nasib.

Anak buah Jusuf diam-diam ikut. Sukri juga ditemani para loyalisnya. Lalu Jusuf membuka kancing bajunya. Ditunjuk dadanya sebagai sasaran tembak.

"Terserah kamu mau tembak bagian mana yang enak-enak," tantangnya dikutip merdeka.com dari buku 'Jusuf Manggabarani Cahaya Bhayangkara' karya Nur Iskandar.

Ajudan Jusuf gamang. Ada juga yang teriak, 'jangan komandan'. Yusuf membalas, "ah kau nonton saja," kata polisi yang pernah tugas di Aceh, Kalimantan dan Timor Timur ini.

"Isi pelurumu sebanyak-banyaknya! Pilih yang besar-besar agar mantap nembaknya," kata Jusuf sesumbar.

Setelah semua siap suasana hening. Situasi berubah setelah terdengar letusan tembakan, dor, dor, dor. Ternyata Sukri lebih awal menembak. Tewaskah Jusuf?

Ternyata timah panas itu berguguran di depan Jusuf. Semakin banyak peluru dimuntahkan, makin berjatuhan peluru itu. Para anggota pun bersorak melihat kejadian ajaib itu. Mereka terheran-heran dengan kemampuan sang komandan.

"Pelurunya jatuh tuh. Sekarang giliran saya ya," kata Jusuf membuat lutut Sukri gemetar. Dor! Sukri tak berdaya, lengannya ditembus timah panas.

Jusuf mendekati Sukri. Selongsong pelurunya dibuka lalu serbuk timahnya dibubuhi ke lubang tembakan. Dia menyuruh anak buahnya untuk membawa sang jagoan kampung ke rumah sakit.

Sesuai komitmen, jika kalah Sukri yang dikenal sebagai beking preman di kawasan perkebunan kakao berserta anak buahnya menyerah. Ada puluhan yang bertekuk lutut, tetapi lima saja yang diperiksa. Kepala desa juga diciduk karena terlibat kejahatan Sukri.

Sejak kejadian itu menyebar dengan cepat jika Jusuf punya ilmu kebal. Banyak yang datang 'menyembah-nyembah' Jusuf agar diturunkan ilmu tirai. Menurutnya, untuk menguasai ilmu itu harus memiliki nyali. "Kalau pelurunya nyampai betul wah tewas kita," ujarnya sambil tertawa.



Reporter : Don Tampano    Editor : Dimitry Pramudya



Comments

comments


Komentar: 0