26 Maret 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

80 Persen Rumah Ibadah di Balikpapan Tak Punya IMB


80 Persen Rumah Ibadah di Balikpapan Tak Punya IMB

KLIKBALIKPAPAN.CO - Hampir seluruh rumah ibadah yang ada diwilayah kota Balikpapan belum memiliki status tanah yang jelas atau belum adanya Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Sehingga hal ini juga sangat di prihatinkan lantaran bukan tidak mungkin kedepannya akan mengalami permasalahan dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Ketua FKUB Balikpapan, Abdul Muis mengatakan bahwa hampir 80% rumah ibadah yang ada di Balikpapan baik itu masjid, gereja dan lainnya belum memiliki IMB. Hal ini dikatakan karena adanya kesulitan pengurusan IMB karena status tanah rumah ibadah masih belum jelas.

"Untuk rumah ibadah berkembangnya luar biasa di Balikpapan. Mesjid saja di Balikpapan terdata 422, kemudian untuk Gereja bagi yang Kristen yang berupa bangunan itu ada 66 buah, sementara 69 yang bersifat ruko, rumah pribadi untuk ibadah. Sementara Katolik induknya ada 3, Vihara itu ada 7 buah. Terus terang boleh saya katakan dari rumah ibadah ini 80 persen itu IMB nya belum ada. Tapi kita udah ngusulkan waktu itu," kata Muis.

Muis telah mengusulkan kepada pemerintah kota agar dapat membantu menyelesaikan permasalahan ini. Seperti contoh pihaknya telah mengajukan opsi dalam pemanfaatan alokasi anggaran bantuan rumah ibadah agar disisihkan sekian persen untuk proses administrasi IMB.

 "Kan setiap tahun pemerintah daerah mengalokasikan anggaran bantuan untuk rumah ibadah. Kalau memang IMB itu butuh dana, anggaran yang bantuan rumah ibadah itu disisihkan berapa persen untuk pembuatan IMB. Makanya kita Forum Komunikasi Umat Beragama memperkokoh berikan kekuatan hukum yang pasti adanya rumah ibadah melalui IMB," ujarnya.

Muis mengaku bahwa pihaknya juga kesulitan dalam melakukan proses perizinan untuk status rumah ibadah lantaran status tanah rumah ibadah sendiri sampai saat ini masih belum jelas. Pasalnya dari tahun 80 an sebagian besar rumah ibadah dibangun karena adanya wakaf, hibah dan lain sebagainya.

"Kesulitannya dulu masalah status tanahnya belum ada. Kadang-kadang masalah blangko, tanah wakaf dan lain sebagianya. Tapi alhamdulillah sekarang sudah mulai dilakukan. Kalau surat tanah ada tapi baru berupa segel. Katakanlah sekitar 20 persen aja yang punya," pungkasnya.

Reporter : Ahmad Riyadi    Editor : Revo Adi Merta



Comments

comments


Komentar: 0