16 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pemkot Kejar Retribusi Pedagang Kecil, tapi Membiarkan Minimarket Liar


Pemkot Kejar Retribusi Pedagang Kecil, tapi Membiarkan Minimarket Liar
Pedagang pasar tradisional Pandansari ditagih retribusi, bila tak mampu, kios bakal disita. (net)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Pemkot Balikpapan mengeluarkan surat tunggakan retribusi daerah, sebagai surat peringatan pertama agar para pedagang di pasar tradisional segera melunasi tunggakan.

Mereka adalah pedagang pasar Pandansari, Klandasan, Sepinggan, dan Pasar Baru. Para pedagang dianggap masih menunggak iuran sewa kios.

Kepala Dinas Perdagangan Saufan, menerangkan dalam surat itu pedagang diminta melunasi tunggakan dengan deadline akhir tahun ini. Peringatan itu bertahap. Jika tak diperhatikan, pihaknya bakal melakukan tindakan.

“Kalau peringatan ketiga dibiarkan, kiosnya akan disita,” ujar Saufab. Sejauh ini pihaknya telah menyita beberapa kios lantaran tak bisa membayar tunggakan.

Namun, gencarnya Pemkot Balikpapan mengejar retribusi bagi pedagang kecil tak diiringi dengan kebijakan terhadap pengusaha retil.

Bahkan, meski Walikota Rizal mengetahui ada ratusan minimarket liar alias tak berizin, sampai sekarang tetap dibiarkan.

Warga Balikpapan pun kecewa dengan sikap Pemkot tersebut. AbuBakar Aisyah, dalam laman Fanspage Klik, menuliskan kekesalannya soal gencarnya pemerintah mengejar retibusi pedagang tradisional di Balikpapan.

“Heei, tu mereka pedagang kecil kam***t. Urus itu Indomaret yang tak berizin ilegal berdiri dengan kokoh,” tulisnya. Kekecewaan juga ditumpahkan Eko Arif Widodo. Ia merasa kasihan dengan pedadang kecil.

“Kasiannya pang pedagang kecil yang kena trus. Coba yang besar-besar tu loh yang ditegur.”

Sebelumnya, warga Balikpapan juga menagih janji Walikota Rizal yang bakal menutup minimarket liar di Balikpapan.  Rizal dianggap mengingkari janjinya sendiri.

“Mana janjinya pak wali yang mau nutup minimarket? Bisanya janji doang. Seneng betul ingkar janji. Kok begini mau maju Pilgub Kaltim. Kacau,” kesal Budiarsih, warga Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, 5/8/2017.

Ia meminta Pemkot serius menutup minimarket tidak berizin. Terlebih, beberapa hari belakangan justru pedagang kecil yang digusur. “PKL digusur-gusur, minimarket dilindungi. Kerja untuk siapa sih?” ketusnya.

Ketua Komisi IV, Mieke, juga merasa heran dengan kemunculan minimarket yang makin menggurita. Dimana-mana begitu mudah menemui retil modern di Balikpapan.

Ia mempertanyakan pundi-pundi keberadaan minimarket ini. Gurita minimarket liar dinilainya terkesan sengaja direkrut. “Tujuannya apa? Untuk menambah kas pendapatan asli daerah atau kantong pribadi? Ini harus dijelaskan,” tegasnya.

Reporter : Dicky Sera    Editor : Hamdan



Comments

comments


Komentar: 0