18 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Penghargaan Dinilai Sia-sia, Rizal Effendi Didesak Hasilkan Bukti Nyata


Penghargaan Dinilai Sia-sia, Rizal Effendi Didesak Hasilkan Bukti Nyata
Warga Beler MT Haryono, sampai terpaksa upacara di atas banjir. (ist)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Seabreg penghargaan yang diraih Balikpapan, ternyata tidak bernilai apapun di mata warganya. Terlebih dengan meluasnya titik banjir dan kemacetan. Warganet mendesak Walikota Rizal Effendi hasilkan bukti nyata.

Agus Laksito, memberi perhatian pada penguasa Kota Banjir itu. Menurutnya, Rizal terlalu banyak melakukan pencitraan di media dan jumawa pada penghargaan.

Tapi, “Semua berbanding terbalik dengan kenyataannya. Penghargaan hanya dijadikan alat politiknya, sebagai bentuk laporan anak buahnya yg ABS...,” ingat Agus, dalam laman Fans Page Klikbalikpapan, 8/9/2017.

Ia sendiri merasa heran dengan laporan titik banjir yang dinilai tak sesuai dengan data yang dimiliknya. Katanya, bulan Mei 2017, kepala BLH menyampaikan laporan hanya 18 titik banjir di Balikpapan. “Padahal ada 45 titik banjir di Balikpapan, dari Jembatan Besi Teritip, sampe Pergudangan Kariangau dan Km 17 Karang Joang,” ujarnya.

Menurutnya, permasalahan terkait dan solusi banjir juga telah dipaparkan pada pihak berwenang. Tak terkecuali anggota DPRD Balikpapan, Syukri Wahid. Ia juga heran kenapa baru belakangan memberi SP 1 pada pengembang nakal.

“Baru kemarin kasih SP 1, buat para pengembang nakal, dulu Kemana? Kenapa PNS dan kepolisian tidak digandeng buat atasi banjir? Masa 1 bulan, 1 titik ndak bisa teratasi sih? Gunakan kewenangan sebagai pimpinan, ndak perlu dana dan anggaran kok.”

Keluhan sama diutarakan Muhammad Zayyid Jiddan. Menurutnya yang dibutuhkan adalah aksi nyata yang tepat sasaran dan dilakukan secara simultan. “Perlu sinergi yang kuat dan ketulusan antara warga dan Pemkot. Untuk itu agar tidak ada kesan ada dusta di antara kita,” ingatnya.

Selain keluhan banjir dan macet, warga Balikpapan turut mengeluhkan menjamurnya gurita minimarket. Terlebih ada 130 minimarket bodong. Sampai hari ini pun belum ada yang ditutup, padahal sejak beberapa bulan lalu, Walikota Rizal telah berjanji.

“Tambah lagi alfa sama indo merajalela. Selesai memang rakyat jelata,” keluh Ferry Jatmiko. Begitu pula dengan keluhan juru parkir liar.

Sebelumnya, keluhan turut disampaikan Ketua Ikan Arsitek Indonesia Balikpapan, Wahyullah. Ia menilai, banjir Balikpapan terjadi lantaran pembangunan infrastruktur yang tidak terencana sejak awal.

“Kita lihat saja infrastruktur yang tidak terencana dan terbangun dengan baik akhirnya membuat banjir dimana-mana,” ujar Wahyullah.

Menurutnya, mulai dari pembangunan jalan, drainase hingga normalisasi sungai. Akibatnya kini Balikpapan terkepung banjir tiap hujan turun. Bukan hanya menyebabkan banjir, pembangunan infrastruktur yang tak terencana baik juga menyumbang kemacetan.

“Macet juga sekarang kan. Ini artinya infrastruktur kita tidak terbangun dengan baik,” tegasnya. Dalam catatan media ini pun, baik dari warganet, keluhan dan temuan lapangan, begitu banyak masalah yang disesalkan warga Balikpapan. Penghargaan, sekali lagi, hanya sia-sia belaka. Kental dengan unsur politik. 

KLIK JUGA: Rizal Dinilai Gagal, Banjir dan Macet Makin Meluas

Reporter : Nina Kaharwati    Editor : Revo Adi Merta



Comments

comments


Komentar: 0