18 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Isi Surat Ini Tunjukan Rahmad Tak Komitmen, DPRD Siap Bentuk Pansus


Isi Surat Ini Tunjukan Rahmad Tak Komitmen, DPRD Siap Bentuk Pansus
Surat Walikota ihwal rencana pembangunan gedung DPRD Balikpapan. (ist)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Usai menghelat rapat antara Pemkot dan DPRD Balikpapan ihwal pembangunan gedung baru dewan, ada empat poin yang disepakati.

Rapat yang digelar tanggal 22 September pukul 10.00 Wita, itu, dihadiri Walikota Rizal Effendi, Wakil Walikota Rahmad Masud, dan sejumlah delegasi legislator Balikpapan.

Pertemuan tersebut menghasilkan dua opsi besar yang disepakati Pemkot dan DPRD, yang dituangkan dalam surat bernomor 910/975/BPD - SKt. Surat itu diteken Walikota Rizal tertanggal 27 September 2017.

Rencana pembangunan gedung dewan delapan lantai tersebut, menyepakati poin krusial. Isi opsi tersebut:

Pertama, melakukan penjadwalan ulang dengan melakukan perpanjangan skema pelaksanaan pekerjaan multiyears Kegiatan Pembangunan Gedung DPRD dari semula tahun 2017 sampai 2019, menjadi tahun 2017 sampai tahun 2020.

Kedua, membuat tahapan pembangunan Gedung DPRD Balikpapan hanya sampai empat atau lima lantai saja.

Memperhatikan hasil rapat persetujuan Fraksi-fraksi terhadap rencana pembangunan gedung DPRD Balikpapan, bahwa dari tujuh fraksi terdapat dua fraksi yakni Fraksi Golkar dan Fraksi PDIP yang menyatakan pendapatnya untuk dilakukan desain ulang terhadap rencana pembangunan gedung DPRD dari semula delapan lantai menjadi empat atau lima lantai saja.

Sedangkan lima fraksi menyatakan tetap meneruskan rencana awal delapan lantai.

Dua opsi itu pun disepakati dalam rapat tanggal 22 September 2017. Dalam rapat itu, Wakil Walikota Rahmad Masud ikut setuju dan menyerahkan pada forum.

Namun, tiba-tiba Rahmad melempar isu pada media dengan menyarankan dewan untuk pindah ke gedung parkir Klandasan.

Atas saran tersebut, memantik reaksi panas legislator. Rahmad dinilai tidak paham aturan dan melecehkan DPRD. Ia juga dinilai tidak komitmen terhadap opsi yang disepakati bersama. Padahal opsi itu justru disodori Walikota Rizal.

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Nazaruddin, memuntahkan kekesalannya atas isu yang dilempar Rahmad di media.

Rahmad berujar, "Kalau memang merasa gedung dewan sudah tidak layak lagi, sebaiknya DPRD dialihkan dulu ke Gedung Parkir Klandasan," demikian saran Rahmad Masud, yang dimuat dalam salah satu harian di Kaltim.

Dengan statement itu, Nazaruddin dan anggota DPRD Balikpapan merasa dilecehkan. Nazaruddin pun merasa heran dengan manuver yang dilakukan Rahmad.

Bahkan, hal tersebut menekankan adanya indikasi kuat pecah kongsi antara Walikota Rizal dan wakilnya sendiri Rahmad Masud.

"Kalau tiba-tiba disarankan untuk tempat lain, ya menyalahi aturan. Tidak paham aturan atau bagaimana ini," kesal Nazar.

DPRD pun sedang mematangkan kajian untuk membentuk Pansus Gedung Parkir.

Pihaknya bakal memeriksa pengelolaan gedung tersebut. Bahkan, wacana pembentukan pansus gedung parkir sudah digemakan di internal DPRD.

"Kita lihat Senin besok, ya. Ini jelas pelecehan. Kita akan evaluasi gedung parkir, kita bentuk Pansus," tegas Nazar, Minggu, 1/10/2017.

Reporter : Dicky Sera    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0