16 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pria Balikpapan Ini Hanya Punya Satu Tangan, Tapi Sabet Lima Medali Emas


Pria Balikpapan Ini Hanya Punya Satu Tangan, Tapi Sabet Lima Medali Emas

KLIKBALIKPAPAN.CO – "Ini mahakarya Tuhan. Saya mungkin tak berada di sini jika kondisi fisik saya utuh." Kalimat itu meluncur keluar atlet renang yang berhasil mengibarkan bendera Merah Putih sebanyak lima kali di Malaysia.

Siapa perenang itu? Tak lain adalah Guntur. Pria asal Balikpapan ini berhasil meraih prestasi bergengsi memborong lima medali emas dengan hanya bermodalkan satu tangan.

Ya, satu tangan.

Guntur, atlet renang ini memang hanya memiliki satu tangan, hanya tangan kanan. Namun urusan prestasi, bisa jadi atlet-atlet lain yang masih memiliki kedua tangan tidak dapat menyamainya.

Buktinya, di ajang ASEAN Para Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia, Guntur berhasil menyabet lima medali emas di lima nomor yang diikutinya.

Mulai dari 100 meter gaya dada SB8, 50 meter gaya dada SB8, 50m gaya bebas Sb, serta estafet 4x100 meter gaya bebas putra dan 4x100 meter estafet gaya ganti bersama Jendi Panggabean, Musa Mandan Karuba, dan Suriansyah.

Anda sudah sangat kagum dengan prestasinya? Tahan dulu.

Masih ada prestasi lain yang tak kalah mentereng: Guntur berhasil memecahkan rekor ASEAN Para Games sebanyak 3 kali!

Rekor-rekor itu ia pecahkan di nomor 100 meter gaya dada SB8 dengan catatan waktu 01:20.53 detik, 50 meter gaya dada SB8 dengan waktu 36,78 detik serta nomor estafet 4x100 meter gaya bebas putra, hanya butuh 26,05 detik bersama ketiga rekannya.

National Aquatic Centre, Bukit Jalil Sports City, tempat diselenggarakannya pertandingan-pertandingan itu, seolah disiapkan untuk menyebut nama Guntur secara berulang-ulang.

Masih ada satu fakta lagi yang mungkin akan membuat Anda semakin kesengsem dengan Guntur: ia adalah mantan seorang nelayan.

Guntur terlahir dari keluarga nelayan pasangan Haji Santer dan Hajah Suwarni. Laut beserta ombak dan badainya seolah sudah menjadi sahabat karibnya. Namun, di laut pula nasibnya sempat terpuruk. Setidaknya itulah anggapannya saat itu.

Tahun 2000, saat usianya baru 17 tahun, pria yang terlahir normal dengan dua tangan itu mengalami kecelakaan saat melaut di kawasan Kalimantan Timur.

Tangan kirinya tergiling mesin kapal. Rasa shock dan trauma sempat menemani hidupnya dalam waktu cukup lama. Sulit bagi dirinya yang baru beranjak dewasa membayangkan untuk dapat hidup dengan satu tangan.

Baru saat dirinya menginjak usia 18 tahun, pria kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur, 12 Oktober 1983 ini mengambil langkah besar, yang kemudian mengubah hidupnya nyaris 180 derajat: ia ingin menggeluti olahraga renang.

Menariknya, bukannya didera berbagai kesulitan karena harus berenang dengan hanya mengandalkan satu tangan, Guntur justru menemukan dirinya mampu berenang lebih cepat dibanding saat dirinya masih memiliki dua tangan.

"Saya awalnya juga tidak percaya, kok dengan tangan satu malah saya lebih cepat berenang," ujarnya dikuti dari Kompasdotcom.

Pekan Paralimpik Nasional pada 2008 silam kemudian menjadi tiket dirinya untuk berkeliling Asia, dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. Segudang prestasi kemudian rutin mampir dalam hidupnya.

Meski demikian, Guntur mengakui bahwa terkadang masih minder dengan tampilan fisiknya pasca-kecelakaan.

Namun, Guntur tetap yakin bahwa saat berada di kolam renang, dirinya sama saja dengan orang lain, termasuk mereka yang bertubuh normal. Motivasinya benar-benar luar biasa.

Apalagi ia memiliki keyakinan: kekurangan juga bisa berprestasi, kekurangan bisa menembus keberhasilan.

Reporter : Grid/ Hru    Editor : Clara Cantika



Comments

comments


Komentar: 0