16 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Presiden Filipina: Bahaya Vaksin Bisa Sebabkan Autis


Presiden Filipina: Bahaya Vaksin Bisa Sebabkan Autis
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (Philstar)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte telah menangguhkan seluruh program vaksinasi di Filipina. Ia berjanji untuk melindungi rakyatnya dari bahaya vaksin setelah menemukan bukti hubungan langsung antara vaksin dengan autisme.

Duterte segera turun tangan dan menegaskan memblokir program vaksin DBD di seluruh Filipina, termasuk menghentikan program terkait di seluruh sekolah. Hal itu ia lakukan lantaran telah ditemukan bukti bahaya vaksin.

Terlebih vaksin itu telah menelan tiga korban nyawa warga Filipina. Duterte menegaskan, vaksin bisa berjalan di negara lain. “Tapi, tidak untuk masyarakat saya,” tegasnya, dilansir neonnettle, 7/12/2017.

Kantor Kepresidenan Filipina memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Menurut Duterte, awalnya studi klinis mengungkapkan vaksin itu dapat mencegah infeksi berulang bagi mereka yang sebelumnya menderita demam berdarah. Tapi bagi yang tidak menderita demam berdarah, dan divaksinasi kemudian terinfeksi, penyakit ini malah menjadi lebih parah.

“Bahkan bisa menyebabkan masalah kesehatan utama, seperti autisme dan gagal jantung saat diberikan pada anak-anak,” tegasnya.

Sebelum kasus vaksin ini mengguncang dunia, khususnya bagi Filipina,  Advokat kesehatan setempat telah memperingatkan adanya kekhawatiran tentang vaksin saat pemerintah mengumumkan pada bulan April tahun lalu bahwa program vaksin digunakan dalam program imunisasi sekolah.

Tapi Pemerintah setempat melanjutkan program itu dengan menganggarkan sekitar biaya sekitar 70 juta dolar As. Pemerintah membela penggunaan vaksin dengan mengatakan pengobatan itu telah menjalani penelitian ekstensif dan menekankan bahwa hal itu disetujui untuk digunakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. Belakangan, korban vaksin makin bermunculan.

KLIK JUGA: Skandal Vaksin di Filipina Ancam Ribuan Nyawa

Nancy Binay, legislator di Senat Filipina, mengatakan ia khawatir dengan dampak potensial obat terhadap kesehatan masyarakat dan mendesak pihak kesehatan dan Sanofi untuk meluncurkan panduan medis nasional dan dorongan informasi untuk menghubungi orang tua yang anaknya telah diberi vaksin Dengvaxia.

Menurtunya, laporan medis Sanofi yang baru dirilis itu sangat mengejutkan dan mengganggu.

Ia mengatakan, hal yang menyedihkan jika departemen kesehatan mengabaikan peringatan tentang kurangnya integritas keselamatan dan penelitian pasien dalam tes Dengvaxia.

"Keselamatan harus selalu menjadi perhatian utama dalam program imunisasi," tegas Senator Binay.

Ia melanjutkan, "Jelas ada kekurangan dalam profil keselamatan vaksin, dan saya yakin Sanofi secara moral dan etis berkewajiban menginformasikan kepada masyarakat tentang penyakit parah apa yang ada dalam tes klinis mereka."

KLIK JUGA: Telan Tiga Nyawa, Vaksin di Filipina Dihentikan

Dr Anthony Leachon, Direktur Independen di PhilHealth, sebuah badan asuransi kesehatan pemerintah, mengatakan komunitas medis Filipina telah menyatakan kekhawatirannya atas penggunaan vaksin oleh pemerintah.

"Bukti dari percobaan pabrik menunjukkan ada peningkatan paradoks dalam kejadian demam berdarah parah yang dimulai beberapa tahun setelah anak-anak divaksinasi. Dan dampak buruknya bisa berlanjut sepanjang sisa hidup mereka," ujar Dr. Leachon.

Uji coba klinis vaksin demam berdarah dirancang khusus, tapi hasilnya bahaya vaksin itu telah dikonfirmasi.

Sebaliknya, "Banyak orang tua, guru dan petugas kesehatan mengklaim, mereka tidak sepenuhnya mengetahui manfaat dan potensi efek samping dari vaksin," beber Dr. Leachon.

KLIK JUGA: Surat Terbuka untuk Ulama dari Orangtua Korban Vaksin

Reporter : Nina Kaharwati    Editor : Nikita Farmela



Comments

comments


Komentar: 0