24 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Begini Kisah Cinta Kholil Hingga Berujung Mutilasi Sang Istri


Begini Kisah Cinta Kholil Hingga Berujung Mutilasi Sang Istri
M. Kholil, suami yang nekat memutilasi dan membakar jasad istrinya. (Detik)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Muhammad Kholil (21) dan Siti Saidah alias Nindy (21), memadu kasih melalui jejaring sosial media Facebook.

Nindy terpukau pesona Kholil. Ia pun mengajak pria dambaannya mengikat tali cinta ke jenjang pernikahan. Kholil awalnya enggan. Namun, akhirnya setuju.

"Menurut keterangan pelaku, pelaku yang diajak menikah oleh korban. Mereka memiliki satu anak dari hasil pernikahannya," papar Kapolres Karawang, AKBP Hendy Febrianto Kurniawan mengungkap motif yang dilakukan Kholil.

Tahun 2015, mereka melangsungkan pernikahan di Pati, Jawa Tengah. Tapi bahtera rumah tangganya kerap dihantui percecokan.

Kesenjangan ekonomi antara suami istri itu disebut-sebut menjadi sumber pertengkaran. Kholil yang bekerja sebagai office boy perusahaan di Karawang Jabar, tak mampu mengimbangi gaya hidup Nindy.

Berkali-kali Nindy mendesak kebutuhannya, bahkan sampai menghina. Hingga menapak usia dua tahun rumah tangga mereka, petaka menimpa. Ketika Nindy mendesak dibelikan mobil, Kholil tak kuat lagi hinaan dari istrinya.

Dug! Dua kali pukulan keras Kholil meluncur ke leher Nindy. Tak dinyana, Nindy terkapar tanpa nyawa. Kholil kaget dan ketakutan saat pukulannya mematikan istrinya.

Pembunuhan itu terjadi di tempat kos mereka di Perumahan Grand Orland, Jalan Syech Quro, Dusun Ciranggon 3 RT 011/003, Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin 4/12/2017.

Setelah kaget istrinya tak lagi bernyawa, Kholil bingung membuang jenazahnya. Tapi ia malah melakukan keji pada mayat sang istri. Jasad Nindy dimutilasi, lalu dibakar untuk menghilangkan jejak.

"Pelaku tak tahan karena diejek. Motifnya karena sakit hati," jelas Kapolres Karawang, Hendy.

Kholil, ayah dari satu putra ini akhirnya ditangkap polisi pada 12 Desember 2017. Kholil yang mengenakan baju tahanan warna oranye dan penutup kepala warna hitam dipamerkan polisi ke muka publik di Mapolres Karawang, kemarin, 14/12/2017.

Kholil menceritakan detik-detik pembunuhan itu. Kholil mengaku kaget bukan kepalang saat pukulannya telah menewaskan Nindya.

"Saya kaget juga bisa sekeras itu," ujar Kholil lirih. Pria kelahiran Bogor itu mengaku panik dan langsung mengecek napas serta denyut nadi istrinya yang sudah terkulai. "Saat itu saya lemas dan kebayang anak saya," ungkapnya dikutip dari Detik.

Kholil kemudian buka suara awal mula muncul ide untuk memutilasi jenazah istrinya. Ia mencari cara membawa jenazah istrinya keluar tanpa ketahuan warga.

"Saya lakukan mutilasi supaya bawanya jenazah ringan," ujar Kholil. Ia membuang kepala dan kedua kaki Nindy di Curug Cigentis, Loji, Karawang. Selain itu, Kholil membuang tubuh korban di Ciranggon, Majalaya, Karawang.

Di lokasi itulah, Kholil membakar jasad istrinya bersamaan dengan buku nikah, akta kelahiran dan surat-surat lainnya milik Nind untuk menghilangkan jejak.

Selama melakukan aksi kejamnya, Kholil mengaku dihantui perasaan bersalah. "Saya bingung dan takut. Rasanya mau nangis," ujarnya.

Meski kepalanya ditutup kain hitam, mata Kholil dari lubang kain penutup tampak sedikit berlinang.

Nasi telah menjadi bubur. Kholil harus mempertanggungjawabkan perbuatan sadisnya itu. Kholil dikenai pasal tentang pembunuhan berencana dan terancam hukuman mati.

Ia pun dihantui rasa bersalah telah memutilasi dan membakar istri cantiknya yang merengek minta dibelikan mobil itu.

Reporter : Detik    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0