24 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Nah Loh, KPAI Ungkap Belasan Pasien Difteri Status Imunisasinya Lengkap


Nah Loh, KPAI Ungkap Belasan Pasien Difteri Status Imunisasinya Lengkap
Balita menangis kesakitan saat divaksin. (Gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Komisi Perlindungan Anak Indonesia, memperoleh temuan mengejutkan saat menengok pasien difteri anak-anak di RSPI Sulianti Saroso.

Ternyata ada 15 pasien anak-anak yang sebenarnya mendapat imunisasi lengkap.

Ketua KPAI Susanto membeber kepada wartawan setelah menengok pasien difteri anak-anak di RSPI, Jakarta Pusat, Jumat, 15/12/2017.

Ia didampingi Komisioner KPAI Bidang Kesehatan, Sitti Hikmawatty, dan Kepala Bagian Bidang Medik RSPI Sulianti Saroso, dr Farida Harris.

Susanto menjelaskan kedatangan KPAI untuk memastikan kondisi anak-anak pasien difteri dan pelayanan dari rumah sakit. 

"Kita tahu di sini merupakan RS rujukan, sehingga kita ingin memastikan berapa jumlah anak yang terkena difteri," kata Susanto.

Susanto mengatakan dirinya sempat melihat para pasien yang dirawat di ruang isolasi dan berbincang dengan pihak keluarganya lewat intercom.

Pihaknya hanya ingin memastikan proses perawatan berjalan dengan baik. "Sehingga terwujud pelayanan kesehatan yang baik" terang Susanto.

Sedangkan Sitti Hikmawatty menjelaskan temuan mengejutkan soal kondisi pasien difteri anak-anak di RSPI Sulianti Saroso. Ternyata, puluhan anak sebelumnya sudah mendapatkan imunisasi lengkap.

"Nah yang menarik adalah, ketika kami coba telusuri tentang riwayat imunisasinya, ternyata dari 17 pasien, itu 2 orang yang tidak lengkap imunisasi dan yang 15 orang itu lengkap imunisasinya," ungkpanya.

Ia merasa heran. Selama ini opini yang digiring, anak yang belum pernah diimunisasi selalu menjadi kambing hitam. Termasuk dalam kasus difteri.

Kenyataan pun berbicara sebaliknya, justru anak yang mendapat imunisasi lengkap malah terserang penyakit. Tak terkecuali difteri ini.

"Ini akan jadi bahan kajian dan evaluasi kami, mengapa justru pada pasien-pasien yang mendapat imunisasi lengkap masih terdapat kasus ini," ujarnya heran.

Temuan ini akan dijadikan salah satu titik poin yang akan ditelusuri oleh KPAI.

Sebelumnya, diberitakan cakupan imunisasi nasional juga tinggi. Bahkan, selalu meningkat tiap tahun.

Mengacu Pusat Data Informasi Kemenkes RI, April 2016, merinci situasi imunisasi Indonesia. Data itu menyebut, sejak tahun 2011 cakupan imunisasi pada anak sekolah selalu di atas 90 persen untuk semua jenis imunisasi.

Data Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI, menyebut: tren cakupan DPT3 antara tahun 2007-2015 memperlihatkan kondisi yang konstan. Cakupan pada periode itu sudah tinggi, yakni 90-100 persen. Begitu pula tingginya cakupan imunisasi Dt dan Td. Vaksin ini yang digunakan untuk difteri.

KLIK JUGA: Difteri di Kaltim Negatif, Tidak Ada KLB

 

Reporter : Nina Karmila/Dtk    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0