24 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Awas Hoax Ancaman Difteri Usai Renang di Kaltim


Awas Hoax Ancaman Difteri Usai Renang di Kaltim
Informasi menyesatkan, hoax. (Gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Masyarakat Kaltim, khususnya di Balikpapan dan Samarinda perlu berhati-hati terhadap hoax difteri yang menyesatkan.

Informasi itu menyebar ke sejumlah What's app Group hingga membuat warga Kaltim, khususnya Balikpapan dan Samarinda panik.

Klik mendapat pertanyaan warga Balikpapan seputar kebenaran informasi itu. Berikut ini informasinya:

"Copas dari grub sebelah...

Baru dpt info dari tmn yg d AWS, td mlm baru masuk lagi pasien umur 18 thn terinfeksi virus difteri sehabis berenang.

Sebisa mungkin hindari kolam renang dari sekarang kegiatan berenang off dulu. Gunakan masker keluar rmh.
Di RS balikpapan ruang isolasinya sdh full, jd yg dri bpp aj pasiennya d rujuk k AWS.

Di AWS aj ini sdh mulai full ruang isolasinya.

Waspada, lebihbaik mencegah dri pd mengobati.

Yg sdh terinfeksi dri puskesmas pun langsung d awasi n gak d lepas putugas kesehatan langsung k rmh sendiri. Takut tertular d keluarga. Dan rmh korban pun langsung d sterilkan.
Sering2 pake masker kalo jalan dingsanak..

Lebih baik mencegah dr pada mengobati ."

Informasi itu tidak bertanggung jawab. Bahkan nama pasien, dimana, kapan kejadiannya, tidak disebutkan rinci.

Saat mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Ballerina, ia membantah informasi menyesatkan tersebut.

"Itu hoax. Tidak ada laporan demikian dari rumah sakit. Masyarakat jangan panik," ujarnya, Jumat, 12/1/2018.

Ia mengingatkan agar masyarakat cerdas menyaring informasi yang disebarkan melalui grup komunikasi maupun sosial media.

Di Balikpapan, ujarnya, pasien yang positif difteri hanya satu orang. Ia menekankan tidak ada informasi seperti yang tersebar di What's Group dan sosial media.

"Jangan menakuti-nakuti masyarakat," tegasnya. Menurutnya kalau pasien yang menderita amandel, tonsil, infeksi ringan itu ada, tapi hal biasa.

"Tapi kalau pasien difteri hingga rumah sakit full, itu tidak benar. Tidak ada itu. Tolong jangan takuti masyarakat," ingat Ballerina.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, menyatakan status KLB penyakit difteri telah berhenti dan status KLB dicabut.

"Jadi, berarti KLB sudah berakhir tanggal 9 Januari 2018," tegas Menkes.

KLIK JUGA: Menkes Nila: Status KLB Difteri Dicabut

Reporter : Dicky Sera    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0