24 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sabtu Divaksin Difteri, Selang Empat Hari Meninggal Dunia


Sabtu Divaksin Difteri, Selang Empat Hari Meninggal Dunia
Keluarga menunjukan korban cedera vaksin. (Radar)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Musibah menimpa siswi kelas IV SDN Kedawung 1, Karawang, Jawa Barat, Tearsya Khariztiani (11). Ia tiba-tiba meninggal dunia setelah divaksin difteri empat hari sebelumnya.

Dinas Kesehatan setempat menggelar ORI atau program vaksin difteri massal di sekolah Tearsya pada Sabtu 6/1/2018.

Namun, putri dari Sardi (40) itu mengalami diare hebat, lemas dan pendarahan usai divaksin di sekolahnya, pada hari itu juga.

KLIK JUGA: Lima Poin Masalah Program Vaksin

Tetangga korban di Dusun Lampean II Desa Kedawung, Wayim mengatakan, Tearsya disuntik vaksin sejak hari Sabtu di sekolah. Seperti dilansir Harian Radar Karawang, setelah divaksin, korban mulai terasa lemas sejak malam harinya, bahkan sampai pendarahan di bagian vitalnya seperti menstruasi.

Gejala lainnya, nafas Tearsya kabarnya terasa sesak seperti dicekik. Tearsya pun dibawa ke Klinik Wadas Medika dan dirujuk ke RSUD pada Selasa (9/1).

Namun Tearsya justru meninggal dunia pada Rabu (10/1) pagi dan dikebumikan kembali di kampung halamannya.

KLIK JUGA: Riset AS: Vaksin Difteri, Tetanus, Pertusi Bisa Sebabkan Kematian

"Sudah divaksin, baru terasa malam harinya seperti muntaber, pendarahan juga seperti menstruasi, dan akhirnya wafat," kata keluarga korban Wayim, dilansir Radar Karawang, 12/1/2018.

Wayim berujar, pihak sempat kebingungan, karena kematian anaknya didatangi petugas Dinas Kesehatan, kepolisian dan tim lainnya untuk memastikan apakah benar akibat vaksin difteri. Sejauh ini belum ada jawaban detil dari RSUD.

Kepala SDN Kedawung 1 Uus Usmara S.Pd mengatakan, seluruh siswanya divaksin difteri hari Sabtu.

KLIK JUGA: Presiden Fhilipina: Bahaya Vaksin Bisa Sebabkan Autis

Apakah si anak punya riwayat penyakit lain sebelum divaksin atau tidak, dan apakah dilakukan pemilahan anak yang sakit atau tidak dari pihak Puskesmas, ia tidak mengetahui.

"Tearsya adalah anak yang rapi dan bersih," terang Uus.

Kasubag TU UPTD Puskesmas Lemahabang H Anwar Sanusi mengatakan, anak yang meninggal di Desa Kedawung itu bukan pengidap difteri.

Namun, semua siswa saat itu ikut divaksin. Tak lama korban mengalami sakit setelah divaksin. Selang empat hari meninggal dunia. Padahal sebelum divaksin, korban dalam kondisi sehat.

Soal penyebab kematiannya masih diteliti. "Kami tidak bisa menyimpulkan terlebih dahulu soal ini," ujarnya.

KLIK JUGA: Gurihnya Bisnis Raksasa Vaksin

KLIK JUGA: Data Kemenkes: Cakupan Vaksin Tinggi, Kasus Difteri Ikut Tinggi

Reporter : Sutopo    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0