24 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Diduga Manipulasi Data Medis, KPK Tahan Dokter yang Tangani Setnov


Diduga Manipulasi Data Medis, KPK Tahan Dokter yang Tangani Setnov
dr Bimanesh, dokter yang menangani Setnov ketika dirawat di RS Medika Permata Hijau. (Gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO - KPK menahan Dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo usai yang bersangkutan menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 12/1, 2018 malam.

Ia baru keluar gedung KPK dan menggunakan rompi orange sekitar pukul 22.45 WIB.

Dokter Bimanesh Sutarjo ditahan KPK sebagai tersangka dugaan menghalangi penyidikan yang dilakukan KPK terhadap Ketua DPR nonaktif Setya Novanto atau Setnov. 

Ia ditahan dengan dugaan manipulasi data medis Novanto agar bisa dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK pada November 2017 lalu.

Bimanesh ditahan untuk 20 hari ke depan. "Ditahan di Rutan Guntur untuk 20 hari pertama," terang Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah.

Usai keluar dari gedung KPK, Bimanesh tak memberikan komentar apapun tentang penahanan tersebut. Ia hanya tersenyum dan terus berjalan dikawal beberapa orang menuju ke mobil tahanan yang akan mengantarnya ke rumah tahanan.

Menurut Febri, Jumat ini sebenarnya Bimanesh dipanggil sebagai tersangka bersama dengan tersangka lainnya, Fredrich Yunadi.

Namun Fredrich tak hadir dengan alasan sedang mengajukan sidang dugaan pelanggaran kode etik advokat di Peradi.

Fredrich pun meminta penjadwalan ulang. Namun KPK menegaskan agar Fredrich jangan mencari-cari alasan sehingga menghambat proses hukum yang tengah dilakukan KPK.

Dalam kasus ini, Fredrich dan dr Bimanesh disangkakan melakukan obstruction of justice dengan sangkaan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Fredrich adalah mantan pengacara Setnov, sedangkan dr Bimanesh adalah dokter yang menangani Setnov ketika dirawat di RS Medika Permata Hijau.

Keduanya diduga bekerja sama untuk memanipulasi data rekam medis Setnov. Manipulasi itu diduga untuk menghindari panggilan KPK.

Reporter : Nina Karmila/Dtk    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0