22 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ditetapkan KLB, Stok Vaksin Difteri Malah Kosong


Ditetapkan KLB, Stok Vaksin Difteri Malah Kosong
Rizal effendi (klik)

KLIKBALIKPAPAPAN.CO -  Pemerintah kota Balikpapan menyatakan telah terjadi kekosongan baksin Diftery untuk usia 5-7 tahun padahal secara bersamaan Balikpapan telah ditetapkan sebagai KLB penyakit difteri sejak awal tahun ini. 

“terjadi kekosongan vaksin untuk usia 5 hingga 7 tahun. DKK (Dibas Kesehatan kota) Balikpapan kini masih menunggu dari provinsi terkait ketersediaan vaksi tersebut. Bukan hanya kekosongan vaksin ketersediaan anti Difteri – ADS juga terbatas mengingat sudah tidak diproduksi lagi di Indonesia itu menjadi persoalan,”kata Walikota Balikpapan – Rizal Effendi, Senin 16/1

Sedangkan Lanjut Rizal Biofarma akan membuat vaksi Difteri namun menunggu 1 tahun lagi. Sehingga hal ini menjadi persoalan. Mengingat wilayah terdeteksi kasus Difteri seharusnya dilakukan vaksinasi ulang.

Rizal menegaskan untuk Balikpapan kini masih menunggu vaksi Difteri dan dari Provinsi Kaltim. Untuk itu langkah yang dilakukan sekarang adalah meminta kepada mayarakat untuk melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kemudian menghindari kontak-kontak yang tersuspect.

“meskipun komitmen anggaran untuk KLB dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dipenuhi, namun kini yang menjadi persoalan barang berupa vaksi tidak ada,”ujarnya

Menurut Rizal ada beberapa hal yang harus diperbaiki dalam penanganan dan pencegahan penyakit Difteri yakni Kementerian Kesehatan RI  harus menyediakan laboratorium di ibu Kota Provinsi untuk melakukan pemeriksaan kultur Difteri.

“selama ini pasien suspect Difteri yang melakukan pemeriksaan kultur harus dikirim ke Surabaya sehingga memakan waktu paling cepat seminggu. Untuk provinsi memiliki laboratorium namun harus disempurnakan,”usulnya

Adapun penempatan laboratorium di wilayah Kalimantan karena daerah – daerah memiliki keterbatasan menyimpannya vaksin di cool strorage. Bukan hanya itu diminta kepada semua rumah yang memiliki ruang isolasi untuk memperbanyak ruangan. Karena masing-masing rumah sakit hanya menyediakan satu saja dan hanya RSKD yang memiliki ruang isolasi 6 ruangan.

“diperlukan koordinas antara MUI dan FKUB karena masih ada penolakan vaksi dimasyarakat seperti di Hidayatullah dan Ibnu Qoyyum,”ujarnya

Reporter : Wawan     Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0