22 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Greenpeace Desak Bank Singapura Stop Pendanaan Batu Bara


Greenpeace Desak Bank Singapura Stop Pendanaan Batu Bara
Tambang batu bara. (Gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Koalisi sejumlah organisasi lingkungan termasuk Greenpeace meminta bank-bank besar Singapura menghentikan pembiayaan untuk proyek pembangkit listrik berbahan bakar batu bara yang sangat berpolusi di Asia Tenggara.

Dilaporkan Antara, koalisi organisasi lingkungan yang dimaksud antara lain, Greenpeace, Walhi, Friends of the Earth, Change Vietnam, Market Forces, BankTrack dan GreenID.

Mereka mengkritisi DBS yang secara diam-diam mengeluarkan sebuah kebijakan iklim baru pada 26 Januari 2018 terkait pembiayaan pembangkit listrik batu bara di Indonesia dan Vietnam.

Juru kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara-Indonesia Hindun Mulaika menyebutkan, sebanyak tujuh pembangkit listrik tenaga batubara yang diusulkan akan menghasilkan 1,5 miliar ton CO2 selama masaoperasionalnya, setara dengan 30 tahun emisi tahunan Singapura.

Hindun mengatakan, DBS telah mendanai beberapa kesepakatan energi yang kontroversial di Indonesia, salah satunya seperti pembangkit Paiton 3 dan Jawa Tengah.

Lembaga swadaya masyarakat itu mengimbau DBS menghentikan pendanaan untuk proyek batu bara dan beralih pada investasi berbasis energi bersih.

Sebab, pembiayaan yang dilakukan akan menjadi polusi dan bencana bagi iklim di dunia.

Direktur Eksekutif CHANGE Vietnam Hong Hoang mengira, DBS tampaknya berpikir wilayah Eropa pantas mendapat udara dan energi yang bersih, sementara warga di Vietnam dan Indonesia hanya perlu mendapatkan teknologi bahan bakar fosil yangmenjadi sumber polusi.

"Vietnam memiliki beberapa potensi terbesar di planet ini untuk energi terbarukan. Inilah masa depan kita, bukan energi pencemaran yang ditolak oleh belahan dunia lainnya," ujar Hindun, dilansir CNNIndonesia, 10/2/2018.

Reporter : CNNIndonesia    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0