24 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Halal Corner: Hanya Tiga Vaksin yang Sudah Halal


Halal Corner: Hanya Tiga Vaksin yang Sudah Halal
Halal Corner menjadi satu rujukan bagi perusahaan dalam dan luar negeri yang konsen pada kehalalan produk. (HC)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Pro kontra vaksin di Indonesia memang tidak pernah berhenti. Salah satunya adalah isu kehalalan vaksin yang masih dipertanyakan kaum Muslim di Indonesia.

Singgungan bahan vaksin dengan sesuatu najis dan haram seperti monyet dan babi menjadi keraguan sebagian besar Muslim untuk memvaksin.

Halal Corner sebagai media informasi produk halal di Indonesia dan komunitas, seringkali menerima pertanyaan dan keluhan masyarakat Muslim mengenai status kehalalan vaksin di Indonesia.

Ternyata, menurut Founder Halal Corner, Aisha Maharani, saat ini baru tiga vaksin yang jelas kehalalannya.

"Kenyataannya dari sekian banyak vaksin memang baru tiga vaksin yang halal. Ini mengacu kejelasan halal dengan sertifikasi halal sesuai UU Jaminan Produk Halal," tegas, Aisha, dalam komunikasi Whatsappnya dengan Klik, Sabtu, 24/2/2018, malam.

Ia menekankan, vaksin yang halal berpatokan pada daftar produk halal Majelis Ulama Indonesia.

"Halal Corner menginformasikan baru tiga jenis vaksin yang sudah jelas kehalalannya," ujar Aisha.

Ia pun mengingatkan bagi seluruh pihak agar tidak lagi menyesatkan masyarakat dengan menyebarkan informasi klaim halal sepihak.

"Taat UU lah. Jangan hanya kepentingan sesaat, halal diklaim sepihak. Ikuti aturan UU JPH," tegasnya.

Ia mengingatkan, Indonesia seharusnya malu dengan luar negeri dalam hal industri halal global. "Negara non Muslim saja peduli terhadap kehalalan. Kenapa kita yang mayoritas Muslim malah kalah," sindirnya.

Aisha merinci, ketiga vaksin halal tersebut, yaitu Group ACYW135 Meningococcal polysaccharide Vaccine atau vaksin Meningitis, MENVEO Meningococcal Group A,C, W135, Y Conjugate vaksine, dan produk vaksin Menivax ACYM.

Informasi tersebut pun telah ia utarakan saat melakukan audensi antara orangtua korban cedera vaksin dengan BPJH, pada 21/2 lalu.

Mereka melakukan audiensi ke BPJPH untuk menyampaikan beberapa fakta pelaksanaan program imunisasi yang terjadi di lapangan, terutama pengakuan sepihak tentang status kehalalan vaksin.

"Serahkan masalah ini pada ahlinya, MUI dan BPJH," ingatnya. Ia berharap tidak ada lagi pihak yang bukan kompeten mengklaim sepihak kehalalan vaksin tanpa diuji MUI. Apalagi yang mengklaim oknum medis dan farmasi, yang dinilai amat rentan dengan kepentingan.

Aisha menekankan, bagi siapapun yang ingin mengecek kehalalan vaksin maupun produk lain di Indonesia, bisa langsung melihatnya di situs MUI.

"Kalau pengen yakin lagi, silakan cek ke http://halalmui.org," ujar Aisha.

Selain masalah kehalalan, masyarakat juga diresahkan dengan keamanan vaksin. Sebelumnya ratusan santri di Pamekasan tumbang setelah disuntik vaksin difteri.

Reporter : Dicky Sera    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0