24 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Trauma Korban Berjatuhan, Orangtua di SD Ini Kompak Tolak Vaksin Difteri


Trauma Korban Berjatuhan, Orangtua di SD Ini Kompak Tolak Vaksin Difteri
Illustrasi. (Gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Para orangtua siswa di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mulai resah dan enggan melakukan vaksinasi difteri terhadap anaknya.

Kondisi itu dipicu peristiwa jatuhnya korban yang menimpa ratusan santri MTs dan SMA di Ponpes Al Falah Sumber Gayam, Ponpes Hidayatul Mubtadiin, dan Ponpes Al Husen Kecamatan Kadur beberapa waktu lalu.

Terbaru, aksi penolakan terhadap imunisasi difteri dilakukan oleh para wali murid di SDN 1 Kowel Kabupaten Pamekasan, Selasa, 27/2/2018.

Mereka mengaku trauma dan takut kejadian di Kecamatan Kadur terulang kembali kepada putra-putrinya.

Aksi penolakan dilakukan dengan cara melayangkan surat kepada pihak SDN 1 Kowel. Surat tersebut ditulis tangan orangtua siswa.

Surat itu kemudian dibaca oleh salah seorang siswa bernama, Ruziqna Yusuf, kelas VB SDN Kowel 1 di depan guru dan teman-temannya.

Dalam isi suratnya mereka menuliskan bahwa mereka mengajukan surat pernyataan agar putra-putri mereka tidak diberikan suntik vaksin difteri karena trauma dengan kejadian yang menimpa para siswa beberapa minggu lalu di Kabupaten Pamekasan.

Bidang Kesiswaan SDN 1 Kowel Kabupaten Pamekasan, Nurkamilah membenarkan adanya aksi penolakan yang dilakukan para orangtua siswa untuk tidak dilakukan suntik vaksin difteri kepada putra-putrinya.

"Para orangtua siswa mengatakan pada kami kalau memang ada program suntik vaksin difteri anaknya akan dilarang masuk sekolah hari ini," jelasnya.

Ia menjelaskan, bila pihak sekolah sangat mendukung program dari pemerintah tersebut. Tetapi, keputusan akhir tetap ada di tangan orangtua siswa.

"Kalau orangtua siswa sudah menolak untuk dilakukan suntik vaksin difteri pada putra putrinya, masa kami mau memaksa, ini kan menyangkut masa depan sekolah, karena kalau terjadi apa-apa pada siswa siapa yang mau tanggung jawab," jelasnya, dikutip dari Mediamadura, 27/2/2018.

Dengan adanya aksi penolakan tersebut pihak sekolah telah meminta solusi kepada pihak puskesmas.

"Kami telah meminta solusi pada pihak puskesmas Kowel dengan adanya aksi penolakan dari orangtua siswa untuk tidak dilakukan suntik vaksin difteri," ujarnya.

Sebelumnya, 750 siswa SMA di Madura juga menolak vaksin difteri karena trauma akibat jatuhnya ratusan korban santri.

Selain ratusan santri di Pamekasaan, puluhan santri di Jember juga menjadi korban cedera vaksin. Mereka mengalami sakit massal, sesaat setelah disuntik vaksin difteri.

Reporter : Sutopo/ Mmd    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0