23 April 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Murahnya Nyawa, Lemahnya Iman


Murahnya Nyawa, Lemahnya Iman
Illustrasi

Pada hari jumat lalu dunia pendidikan berduka, salah satuguru SMK N 3 Bapak Suwadi tewas dengan cara digorokdidepan anak dan istrinya. Dikabarkan bahwa tersangka adalahadik ipar korban.  Menurut kabar kejadian terjadi pada pukul17.30 di halaman rumah korban dimana pada saat itu korban baru pulang dari mengajar. Sesaat sebelumnya tersangkamencari korban pada pukul 17.00 karena tidak mendapatikorban, ia pun pergi berkeliling kampung. Pada saat tersangkakembali ke rumah korban, bersamaan dengan korban yang barupulang dan tersangaka langsung memeteng sambal memotong-motong rambut korban, lalu korban berlari dan terjatuhtertelungkup seketika itu langsung digorok serta meninggal di TKP.

Motif pembunuhan pun tidak begitu jelas ada yang mengatakan bahwa tersangka stress/gangguan kejiwaan, tidakdicarikan pasangan untuk menikah, keinginan tersangka yang tidak digubris, dan ada juga yang mengatakan tersangka seringdibohongi oleh korban. Jika kita lihat bahwa ketika seseorang itutidak mampu mengendalikan emosi hingga gelap mata danmampu membunuh atau melukai diri sendiri maupun orang lain, stress berkepanjangan dapat di katakana bahwa orang tersebutkurang beriman. Kurang beriman disini ialah kurangnyakedekatan seseorang kepada Allah (Hablumminallah). Jikaseseorang tidak memiliki kedekatan dengan Allah maka iamampu melakukan hal-hal yang melanggar hukum-hukum Allah salah satunya membuat orang lain terbunuh. Hal ini pun dipicudari cara pandang hidup sekuler (terpisahnya Agama darikehidupan), ditambah dengan sudut pandang kapitalis danliberal, yang membuat seseorang itu semakin jauh dari Sang Pencipta.

Jika kita pahami bahwa jodoh atau pasangan hidup ialahbagian dari ketetapan Allah. Maka setiap yang menyangkutketetapan Allah baik mau pun buruk ketika seseorang itu dekatdengan Allah maka orang tersebut akan bersyukur atas ketetapanyang baik dan bersabar atas ketetapan yang buruk dimanakeduanya bernilai kebaikan disisi Allah SWT. Oleh karenaitulah seseorang yang beriman akan senantiasa berfikir positifkepada Allah dimana hal itu dapat menjauhkannya dari hal-halyang membuatnya stress atau mengalami gangguan jiwa. Dengan kuatnya iman seseorang, ia akan paham bahwamembunuh/menghilangkan nyawa seseorang baik muslimataupun non muslim ialah dosa

‘an ‘Abdillah ibni Amru ‘an an-Nabiy shallallâh ‘alayhi wasallama, qâla: “lazawâlu ad-dunyâ ahwanun ‘indallâhi min qatli rajulin muslimin –Dari Abdullah bin Amru dari Nabi SAW, Beliau bersabda: “sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisiAllah dari pembunuhan seorang muslim-”. (HR an-Nasaiy, at-Tirmidzi, al-Baihaqi). Hadits lainnya diriwayatkan dari jalur al-Bara’ bin ‘Azib ra, Rasul SAW bersabda: “lazawâlu ad-dunyâahwanun ‘alâ Allâh min qatli mu’minin bi ghayri haqqin (Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan bagiAllah dari pembunuhan atas seorang mukmin tanpa hak)”. (HR Ibnu Majah, al-Baihaqi). Hadits ini menegaskan betapaagungnya nilai nyawa seorang Muslim dalam pandangan Allah.  Agungnya nilai nyawa seorang Muslim itu selanjutnya tercermindalam hukum-hukum syariah berkaitan dengan nyawa.

Negara dalam Islam akan menjamin dan memastikansemua rakyatnya tidak akan stress ataupun terkena gangguanjiwa lainnya, sebab semua kebutuhan dasar rakyatnya dankebutuhan hajat hidupnya terpenuhi serta tersalurkannya nalurisebagai seorang manusia dengan benar. Hingga diberlakukannyadiyat/denda diberlakukan sebagai zawajir dan zawabir ditengah-tengah masyarakatnya. Serta tidak aka nada anggapan bahwamembunuh ialah hal yang biasa namun sesuatu yang sangattercela dan dibenci olah Allah SWT.

*Penulis adalah Mentari Fitriana, S.Pd.I, Guru SD di Balikpapan

 

 

Reporter :     Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0