22 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Butuh Ketakwaan Hamba


Butuh Ketakwaan Hamba
Ilustrasi. (Gi)

Begitu banyak berita heboh. Melalui kecanggihan teknologi, berita menghebohkan soal artis, perpolitikian negeri sampai manca negara bisa kita ketahui hanya dengan membuka alat hasil peradaban kekinian.

Melalui gadget kita bisa menemukan apa saja, menanyakan apa saja yang tidak ditahui. Kecerdasan gadget seolah melebihi manusia yang menciptakannya. Bagaimana tidak, setiap lini kehidupan: kesehatan, pendidikan, fashion, hiburan hingga perpoitikan, di gadget ada semua. Masya Allah.

Namun apa jadinya jika kegunaan gadget disalah artikan. Seperti dilansir dari media online di Balikpapan ihwal wanita yang seharusnya memiliki gelar calon ibu yang baik untuk anaknya, namun malah membuang anak yang baru saja keluar dari rahimnya. Kemudian meninggalkannya di salah satu kamar mandi Puskesmas Sepinggan.

Ia nekat melakukan perbuatan itu  lantaran malu jika melahirkan anak dari hasil hubungan tanpa akad. Berawal dari dunia maya berujung pada dunia kehancuran yang merenggut mahkota wanita yang selama ini ia jaga. Tapi kini semua telah lenyap dan meninggalkan jejak malu yang takkan pernah terlupa semasa hidupnya.

Zaman terus berubah seiring waktu kecanggihan teknologi mengikutinya, sehingga jutaan manusia  tak ada pilihan lain, selain mengikuti perkembangan zaman. Agar tak dicap kampungan. Tak ketinggalan zaman.

Teknologi modern tak selamanya berdampak positif, kadang negatif dan butuh penyaringan individu. Sayang beribu sayang permasalahan ini tak kunjung usai, setiap hari kita selalu mendengar banyak kejadian serupa seperti ini. Mungkin di negeri ini sudah tak terhingga korban dan tersangka akibat dari kecanggihan teknologi modern.

Begitu canggihnya teknologi modern serta banyaknya manfaat diperoleh ketika dihadapkan pada gadget. Hingga kita lupa bahwa gadget bisa menghantarkan pada sebuah kemaksiatan berantai. Perkosaan, pembuangan anak, penculikan, dan banyak permasalahan yang bermula pada sebuah gadget yang punya beragam aplikasi sosial media.

Lajunya arus teknologi sosmed harus sejalan dengan ketakwaan kita sebagai Muslim, agar ita tak mudah tersesat jika menggunakannya.

Salah satunya Sang Pencipta mengatur hubungan antara kaum hawa dan adam dengan aturan bagaimana pergaulan dalam Islam. Agama mengatur interaksi wanita dengan pria dalam empat hal. Pertama kesehatan, pendidikan, perdagangan, dan ta’aruf yaitu perkenalan yang niatnya menuju pernikahan.

Jika kita lihat sekitar, banyak para remaja atau bahkan mungkin sebagian besar kalangan tabu akan hal itu. Dikarenakan Islam telah jauh dari kehidupan. Sehingga kita tidak tahu, bahwasanya Sang Pencipta telah jauh-jauh hari memberikan sebuah aturan yang akan menjaga ciptaannya.

Arus yang maju harus berbanding lurus dengan ketakwaan, jika tidak akan salah kaprah. Aturan dibuat Sang Pencipta untuk ditaati bukan hanya di dunia nyata namun aturan itu juga berlaku di dunia maya, karena Sang Pencipta maha melihat lagi mengetahui. Wallahhualam bi as shawwab.

Penulis: Indah Permata Sari, Pemerhati Remaja

 

 

Reporter : Niken    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0