22 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kapus Halal Kemenag RI: Status Kehalalan Vaksin, Umat Harus Ikuti MUI


Kapus Halal Kemenag RI: Status Kehalalan Vaksin, Umat Harus Ikuti MUI
Produk halal dicirikan dengan adanya sertifikasi halal sesuai UU JPH. (Gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Badan Penyelenggara Produk Halal Kemenag RI, Siti Aminah, menegaskan, kewenangan menguji dan menetapkan status kehalalan produk termasuk vaksin berada di tangan MUI.

Pihaknya menegaskan status kehalalan produk apapun yang telah ditetapkan MUI, berarti itulah keputusannya. Makanan, minuman, kosmetik, termasuk masalah vaksin MR atau Rubella atau produk lain yang beredar di Indonesia.

“Kalau MUI bilang vaksin MR belum halal, berati memang belum. Umat Muslim harus mengikuti MUI,” tegas Kapus Halal Kemenag RI, Siti Aminah saat dihubungi, Selasa, 17/7/2018. Ia tidak mengetahui alasan Kemenkes dan beberapa pihak yang mengklaim kehalalan secara sepihak. Hal itu telah menyesatkan informasi publik.

“Saya tidak tahu kenapa Kemenkes begitu. Yang jelas apapun produknya, sesuai UU status kehalalan harus dibuktikan dengan diuji dan punya sertifikat halal. Semua itu ranahnya MUI, bukan yang lain,” tegasnya.

Selama ini informasi yang bererdar di masyarakat, vaksin MR dipropagandakan sudah halal. Namun, fakta itu dibantah tegas oleh pihak MUI dan LPPOM MUI.

KLIK JUGA: Vaksin Rubella Tidak Terdaftar dalam Situs Halal MUI

Wasekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain, mengaku pihaknya belum pernah menerima sampel vaksin terkait untuk diperiksa kehalalannya. "Kementerian Kesehatan berbohong masalah kehalalan vaksin. Selalu memakai Fatwa MUI untuk masalah darurat," tegas KH Tengku.

KH Tengku meminta siapapun untuk menghentikan klaim halal sepihak atas status vaksin MR atau Rubella. "Vaksinnya saja sama sekali belum diperiksa MUI. Bahkan Kemenkes tidak pernah mau memberi sampel untuk diperiksa. Dalam hal ini perlu diviralkan kebohongan Kemenkes agar anak umat Islam tidak dimasukkan vaksin haram," ujar KH Tengku.

Wakil Direktur LPPOM MUI Bidang Sertifikasi, Ir. Muti Arintawati, juga menyatakan hal sama. Sampai saat ini belum ada perkembangan baru terkait status vaksin Rubella. Vaksin itu belum memiliki sertifikasi halal sesuai UU Jaminan Produk Halal.

"Jaminan kehalalan produk sangat penting dalam memenuhi hak konsumen," tegasnya. Sedangkan vaksin MR atau Rubella dan vaksin difteri belum. Rencananya mulai awal Agustus, akan digelar program vaksin tersebut. Untuk Balikpapan pencanangan program bakal dihelat di Pesantren Hidayatullah.

KLIK JUGA: MUI: Kemenkes Berbohong soal Kehalalan Vaksin

Reporter : Agung    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0