22 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kaltim Punya Ratusan Anak Gizi Buruk, Terbanyak di Kukar


Kaltim Punya Ratusan Anak Gizi Buruk, Terbanyak di Kukar
Gizi buruk masih menjadi momok. (Gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Masalah gizi buruk masih saja menghantui penduduk Kaltim. Dalam catatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur pada 2017, ada 286 anak balita yang menderita gizi buruk.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kaltim, Meliana di Ujoh Bilang, menjelaskan, mereka tersebar di 10 kabupaten/ kota.

"Kasus gizi buruk di Kaltim, terbanyak dari Kabupaten Kutai Kartanegara yakni 66 balita," jelasnya, baru-baru ini.

Di Kukar, jumlah sasaran balita berdasarkan Pusat Data dan Informasi sebanyak 74.727 anak dengan prevalensi gizi buruk 1,2 persen. Jumlah kasus menurut prevalensi 909 anak dengan penemuan 66 balita atau 7,26 persen kasus penemuan.

"Kasus gizi buruk terbanyak kedua di Kota Bontang, jumlahnya 64 anak," ujar Meliana. Sasaran balita berdasarkan Pusdatin di Bontang sebanyak 17.537 anak, jumlah menurut prevalensi sebanyak 441 kasus, jumlah yang ditemukan dan dirawat sebanyak 64 anak atau 14,52 persen.

Urutan ketiga di Kabupaten Penajam Paser Utara, dari 15.504 sasaran balita berdasarkan Pusdatin, jumlah yang ditemukan dan dirawat sebanyak 35 anak atau 12,54 persen.

Keempat ada di Kabupaten Paser, dari 27.099 sasaran balita, jumlah kasus menurut prevalensi sebanyak 1.032 dengan jumlah yang dirawat dan ditemukan sebanyak 34 balita atau 3,29 persen kasus.

Kelima ada di Kabupaten Kutai Timur, dari 36.338 sasaran balita, jumlah kasus menurut prevalensi ada 876 kasus dengan jumlah yang dirawat dan ditemukan sebanyak 30 balita atau sebesar 3,43 persen.

Selanjutnya Samarinda ada 16 balita atau 0,99 persen, lalu Kabupaten Berau ada 15 balita atau 5,5 persen, kemudian Kabupaten Mahakam Ulu terdapat 11 balita atau 11,69 persen.

Berikutnya Kota Balikpapan ada sembilan balita atau 0,44 persen, dan Kabupaten Kutai Barat ada enam balita atau 2,35 persen.

Reporter : Klik Bontang    Editor : Klik Balikpapan



Comments

comments


Komentar: 0