24 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

MUI: Dokter Jangan Sok Membahas Fatwa Vaksin MR


MUI: Dokter Jangan Sok Membahas Fatwa Vaksin MR
Gedung Majelis Ulama Indonesia. (Gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Majelis Ulama Indonesia geram terhadap beredarnya Fatwa vaksin MR yang dipelintir. Fatwa pelintiran itu menyebar ke pelbagai kanal informasi sosial media maupun sarana komunikasi Whatsapp group.

Fatwa itu menyembunyikan keharaman vaksin MR. Kemudian menuliskan alasan kebolehan vaksin dengan mengacu Fatwa lain yang bukan dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia.

Wasekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain, sangat kecewa dengan beredarnya fatwa tandingan dari sejumlah dokter. Terlebih fatwa itu membuat masyarakat Muslim menjadi resah dan bingung.

Kiai Tengku menegaskan, haram tetaplah haram. Tidak bisa dikutik-kutik lagi. “Menggunakan bahan yang berasal dari babi jelas haram. Kebolehannya hanya karena darurat. Hukumnya mubah (boleh) karena darurat, maksudnya bukan wajib atau sunah untuk dilakukan. Tidak usah dokter sok-sok an membahas-bahas dan mesnsyarahkan (menjelaskan) Fatwa MUI. Fatwa bukan kapasitas dokter-dokter,” tegasnya, pada KLIK.

Fatwa tandingan ala dokter itu berisi tujuh poin, namun justru menghilangkan ketetapan hukum asal yang mendasari keluarnya Fatwa MUI ihwal keharaman vaksin MR. Dalam akhir fatwa tandingan itu, tertanda sejumlah nama dokter. Yakni:

  1. dr. Siti Aisyah Ekg Binti Ismail, MARS
  2. dr. Arifianto Apin, Sp.A
  3. dr. M. Saifuddin Hakim, M. Sc
  4. dr. Annisa Karnadi, IBCLC
  5. dr. Piprim Yanuarso Sp.A(K)
  6. dr. Any Safarodiyah Yasin, M.Gz
  7. dr. Ika Fajarwati, MARS
  8. dr. Farian Sakian, M.Sc
  9. dr. Raehanul Bahraen

Fatwa tandingan ala dokter juga menjadi perbincangan warga. “Gimana mau percaya, yang mengeluarkan dokter. Fatwa MUI jelas haram. Lalu fatwa tandingan itu menghilangkan keharamannya. Kacau, berani sekali memainkan agama,” tutur Ria, praktisi pendidikan, saat ditanya terkait beredarnya fatwa tandingan vaksin MR ala dokter. 

KLIK JUGA: Ketua Komisi Fatwa MUI Benarkan Vaksin MR Kandung Organ Tubuh Manusia

Reporter : Agung    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0