24 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kesekian Kalinya, Usai Divaksin MR Siswa SD Muntah Darah dan Meninggal


Kesekian Kalinya, Usai Divaksin MR Siswa SD Muntah Darah dan Meninggal
Bocah SD di Lampung yang wafat setelah disuntik vaksin MR. (Rmol)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Untuk kesekian kalinya, anak sehat yang disuntik vaksin justru meregang nyawa. Kali ini tragedi itu menimpa seorang pelajar kelas 1 SD yang tewas setelah divaksin imunisasi MR atau Measless rubella. Sampai kini, polisi masih mengusut kasus tersebut.

Tragedi penyuntikan vaksin yang kembali menelan korban jiwa ini terjadi di Palas, Lampung Selatan. Korban adalah Hafidz Khoirul Azam bin Jumadi (6), pelajar SDN Palas Jaya, yang mendapat imunisasi MR oleh petugas Puskesmas Palas di Balai Desa Palas Jaya.

Setelah mendapat suntikan vaksin, bocah yang sehar bugar itu mengalami muntah darah selama tiga hari. Pihak keluarga membawa Hafidz ke RS Bob Bazar Kalianda. Ternyata, sang anak meninggal dunia. Orangtuanya kemudian membawa kembali anaknya pulang.

KLIK JUGA: Korban Vaksin MR: Dua Anak Wafat, Sembilan Dirawat

Jenazah Hafidz Khoirul Azam dimakamkan pada Minggu 9/9/2018. Hadir dalam pemakaman almarhum Camat Palas Rikawati, Kepala Desa  Palas Jaya Sutaji, Babinkamtibmas Brigadir Zaki, dan Babinsa Koramil 421-08 Palas Serda Aprizal.

Menurut keterangan Kepala Desa Palasjaya, Sutaji berdasarkan keterangan keluarga, sebelum mendapat vaksin MR korban sehat.

Namun setelah disuntik MR, justru mengalami demam disertai muntah darah selama tiga hari.

KLIK JUGA: VIDEO Curhatan Ibu Korban Vaksin MR Balikpapan

"Mengetahui tidak sembuh, keluarganya membawa ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda. Namun sampai di RS, sang anak sudah meninggal dunia. Orangtuanya kemudian membawa kembali anaknya pulang," ujar Sutaji, seperti dilansir Lampost, Selasa, 11/9/2018.

Menurutnya, hingga kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian.

Kapolsek Palas Iptu Budi Purnomo mengatakan kasus itu sudah ditangani pihak Polsek Palas bersama Reskrim Polres Lamsel. Bahkan, Senin (10/9) aparat telah turun menyelidiki kasus tersebut.

"Petugas kesehatan dan kedua orang tuanya sudah dimintai keterangan. Saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," ujarnya.

KLIK JUGA: Vaksin MR Makan Korban Lagi, Ada yang Lumpuh sampai Wafat

Ia mengatakan korban perlu autopsi. Namun, sejauh ini pihak keluarga belum memberi persetujuan. "Untuk membuktikan hanya dilakukan autopsi. Namun, pihak keluarga belum menyetujuinya," ujarnya.

Camat Palas, Rika Wati, segera turun tangan memberi santunan kepada keluarga korban di kediaman rumah duka di Desa Palasjaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Senin lalu. Namun, belum diketahui pasti berapa nominal kompensasi yang diberikan pada korban KIPI itu.

Dalam catatan media, HKA menjadi korban ke-57 yang meninggal dunia setelah disuntik vaksin. Korban kejadian ikutan paska imunisasi atau KIPI ini ibarat fenomena gunung es.

KLIK JUGA: Ratusan Diopname dan 56 Wafat Setelah Divaksin

Sayangnya, dari banyaknya kasus KIPI hanya dua korban yang mendapat kompensasi. Selain HKA, sebelumnya keluarga korban vaksin MR di Papua mendapat santunan Rp 500 juta.

Sebagai perbandingan, di luar negeri seperti Eropa dan Amerika korban KIPI mendapat kompensasi miliaran rupiah per kepala. Sedangkan di Fhilipina, saat pelaksanaan vaksin menelan tiga korban jiwa, pemerintah setempat segera menarik vaksin dari pasaran.

Kemudian memberi sanksi denda bagi produsen dan menjatuhi hukuman bagi pelaksana program vaksin setempat. Di Jepang, vaksin MMR dibanned atau dihentikan setelah diketahui justru mengakibatkan autis.  

KLIK JUGA: Sejarah di Indonesia, Korban Vaksin MR Terima Rp 500 Juta

Reporter : Niken/ Lmp    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0