24 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

1.111 Korban Tragedi WTC Belum Teridentifikasi


1.111 Korban Tragedi WTC Belum Teridentifikasi
Tragedi runtuhnya WTC, 17 tahun silam. (Gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Sudah 17 tahun tragedi World Trade Center atau WTC berlalu. Peristiwa tragia itu menyebabkan tiga ribu korban tewas dan luka. 

Namun hingga kini lebih dari 1.100 korban tewas belum dapat diidentifikasi.

Setelah setahun menghabiskan waktu identifikasi, Juli lalu satu korban atas nama Scott Michael Johnson, seorang analis keuangan berusia 26 tahun yang bekerja di lantai 89 Menara Selatan berhasil diidentifikasi.

Laboratorium New York masih terus berusaha mengidentifikasi jasad korban lainnya. 

Metode yang mereka gunakan dengan memeriksa fragmen tulang jasad korban yang nantinya dicocokkan dengan DNA.

Para peneliti memotong tulang lalu digiling hingga menjadi debu halus dan sisanya dicampur dengan dua produk kimia yang dapat mengekspos yang nantinya mampu mengekstrak DNA.

Namun metode mereka masih tidak menjamin keberhasilan. 

Menurut Asisten Direktur Biologi Forensik di Kantor Kepala Penguji Medis di New York Mark Desire, tulang disebut sebagai bahan biologis yang paling sulit untuk dikerjakan. Sebanyak 22 ribu sisa-sisa potongan tubuh manusia telah ditemukan dan diuji sekitar sekitar 10 hingga 15 kali.

"Ketika potongan tubuh terkena api, jamur, bakteri, sinar matahari, bahan bakar jet, solar, semua ini menghancurkan DNA," beber Desire, dilansir AFP.

Ia melanjutkan, "Jadi secara fisik kesempatan untuk memiliki sampel dengan DNA sangat kecil." Sejauh ini hanya 1.642 dari 2.753 jasad yang berhasil diidentifikasi secara resmi. 

Sedangkan 1.111 lainnya masih belum dapat diidentifikasi. Tim peneliti masih berusaha dengan keras untuk itu.

Desire mengatakan, proses identifikasi yang mereka lakukan adalah protokol yang sama sejak 2001 namun mereka tetap meningkatkan kemampuan karena kebutuhan, tapi jasad korban masih sulit diidentifikasi.

Salah satu tim dari kriminologi Veronica Cano mengatakan, ia sangat senang terlibat dalam segala proses selama belasan tahun. Menurutnya mereka dilatih untuk tidak terpengaruh dan menjaga profesionalisme terlebih kepada keluarga para korban.

Laboratorium New York mendedikasikan sebagian dari kerjanya untuk identifikasi korban tragedi 9/11 serta menangani kasus kematian dan korban hilang lainnya. Pihak keluarga yang menaruh harapan pun masih sering berkunjung ke laboratorium.

Reporter : Niken Farmila/ Int    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0