23 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Motif Utama Pelaku Pembunuhan di Balikpapan Penguasaan Harta


Motif Utama Pelaku Pembunuhan di Balikpapan Penguasaan Harta
Polisi bergerak cepat menangkap pelaku. (Trb)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Polisi bergerak cepat dalam menangkap dan mengungkap kasus pembunuhan pasutri yang tewas dengan luka jerat di leher di Balikpapan.

Peristiwa ini terjadi di rumah korban Jalan Strat 6 No 4 RT 47, Gunung Samarinda, Senin lalu. Irwanto (47) tewas di mobil dengan luka jerat di leher. Sedang istri korban, Sunarsih (42) ditemukan tak bernyawa di kamar dengan luka jerat serupa. Mereka dibunuh dengan menggunakan seutas tali jemuran

Tak sampai sehari, polisi berhasil menangkap para pelaku. Setelah menangkap tiga pelaku, yakni Unang Sudrajat (49), Indra Putra (23), dan Maman (17), polisi juga berhasil mengungkap motif pelaku yang mendasari pembunuhan sadis itu.

Motif utama didasari kemufakatan jahat untuk menguasai harta korban. Hal itu diungkap Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra, Selasa, 18/9/2018. "Pelaku ingin menguasai harta milik korban karena pelaku banyak hutang akibat judi online,” tutur Kapolres.   

Setelah membunuh dan menguasai harta korban, sambungnya, pelaku berencana menjual harta itu untuk digunakan menutup hutang. Lalu siapa otak di balik kejahatan tersebut? Kapolres menjelaskan, Unang Sudrajat lah sosok yang menjadi otak dari rencana pembunuhan itu.

Sedangkan Indra Putra anak dari Unang, dan AR bertugas membantu dalam aksi pembunuhan biadab tersebut. Pelaku dan korban memiliki ikatan pekerjaan. "Mungkin kepepet, butuh uang yang banyak. Kemudian berniat menguasai harta korban," papar Kapolres.

Kapolres Wiwin memaparkan, pelaku memiliki hutang puluhan juta. Hutang itu muncul lantaran pelaku sering kalah dalam judi online. Bingung melunasi hutang, akhirnya berencana menguasai harta korban yang memiliki usaha jual beli mobil bekas dan bengkel.

Pelaku, lanjut Wiwin, juga memiliki dendam pada korban yang juga atasannya sendiri. Pelaku merasa sakit hati menerima perkataan korban saat menyinggung kinerjanya. Sakit hati itu makin menggumpalkan niat pelaku untuk merenggut nyawa korban dan merebut hartanya.

Kata Kapores, awalnya korban mau dibunuh pelaku pada Minggu (16/9/2018), sehari sebelum kejadian tapi dibatalkan. Kemudian direncanakan esok harinya. Kasus 340 atau pembunuhan berencana ini telah dirancang pelaku jauh-jauh hari.

Unang, sebagai otak pembunuhan itu lalu mengajak anaknya dan satu pelaku lain yang sama-sama bekerja di bengkel milik korban.

Di hari Senin itulah, ketiganya melakukan aksi biadab merenggut nyawa korban yang diincarnya sejak lama. Mereka menyewa taksi online menuju rumah korban. Pelaku membunuh suami istri itu dengan menjerat leher korban.

Dengan langkah cepat dan senyap, tak sampai satu hari polisi pun berhasil meringkus para pelaku. Ketiga pelaku sempat bersembunyi di rumah saudaranya di Samboja Kutai Kartanegara. 

Reporter : Nikita Farmelia/ Int    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0