23 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

BNPB Catat Tsunami Palu Capai Lima Meter, Infrastruktur Hancur Lebur


BNPB Catat Tsunami Palu Capai Lima Meter, Infrastruktur Hancur Lebur
Bangunan infrastuktur di Palu hancur lebur. (dok)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana, mencatat ada sebanyak 384 orang korban tewas akibat gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. BNPB menyatakan tsunami di Palu sempat mencapai ketinggian lima meter.

"Tsunami kami menemukan ada yang tingginya mencapai lima meter. Kami dapat laporan tadi ada orang yang menyelamatkan orang dengan naik ke pohon yang tingginya hampir 6 meter," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Sabtu, 29/9/2018.

BNPB akan berkoordinasi dengan para ahli tsunami dari ITB, LIPI, BPBD, dan instansi lain untuk terjun kembali ke lokasi untuk mendata. Sehingga hasil pendataan ini bisa jadi pembelajaran bagi masyarakat.

"Berapa tinggi tsunami, bagaimana faktor penyebabnya, kemudian menjadi pembelajaran ke depan," tuturnya.

Ia berujar, Donggala dan Palu punya sejarah kebencanaan yang cukup panjang. Gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9) kemarin bukan peristiwa yang pertama terjadi.

Menurutnya sesar, patahan palu koro yang membelah Sulawesi jadi dua sangat aktif sekali.

"Tiap tahun selalu bergeser 35-45 mm per tahun. Suatu saat, periode tertentu mereka akan lepas, akan terjadi gempa bumi," ujar Sutopo.

Sebelumnya diberitakan, tsunami di Palu terjadi dengan tinggi muka air sekitar 1,5 sampai 2 meter. Sementara di Donggala, tinggi tsunami sekitar 0,5 meter.

Kabar terbaru, ada 384 orang tewas. Selain itu ada 540 orang yang mengalami luka-luka dan tengah ditangani di beberapa rumah sakit. Tercatat juga ada 29 orang hilang.

Dari informasi yang dihimpun KLIK, bencana alam ini juga mengakibatkan sejumlah anggota kepolisian menjadi korban. Beberapa anggota dinyatakan hilang. Satu orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Selain memakan korban jiwa, infrastruktur di Palu juga banyak yang hancur lebur. Semisal Jembatan Kuning, landmark yang menjadi kebanggan masyarakat di sana hancur dihantam gempa dan tsunami.

Jembatan Kuning ini biasa disebut Jembatan Ponulele yang diresmikan SBY pada 2006 lalu. Ponulele menjadi istimewa lantaran ini jembatan lengkung pertama di Indonesia dan yang ketiga di dunia. Sedangkan jembatan lengkung lain hanya ada di Jepang dan Prancis. 

Reporter : Nina Karmila/ Int    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0