23 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Saat Tsunami Terjang Palu, Seribuan Warga Sedang Kumpul di Pantai


Saat Tsunami Terjang Palu, Seribuan Warga Sedang Kumpul di Pantai
Bandara Palu ikut rusak parah akibat gempa. (dok)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Anggota Satpol PP Kota Palu, Adrian (35) yang juga sebagai saksi mata yang selamat, mengatakan ada seribuan warga sedang berada di pinggir pantai anjungan Nusantara, Kota Palu, Jumat 28/9/2018 sore saat tsunami menerjang wilayah itu.

Menurutnya masyarakat setempat saat itu sedang menantikan acara pembukaan festival 'Pesona Palu Lomoni' yang digelar di pantai tersebut.

''Ada seribuan warga yang berkumpul, termasuk pelajar yang akan ikut mengisi acara festival itu,'' jelas Adrian kepada wartawan LKBN Antara, Rolex Malaha di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29/9/2018.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya bersama Wali Kota Palu, Hidayat, semula dijadwalkan akan membuka acara tersebut. Namun para pejabat saat itu belum hadir di tempat acara pembukaan festival saat bencana tsunami terjadi.

Adrian, yang bertugas sebagai Satpol PP Kota Palu, pun mengaku ratusan rekannya sampai saat ini belum ditemukan usai terjangan tsunami.

Ia mengatakan ratusan anggota Satpol-PP bersama satuan pengamanan dari TNI, Polri, dan Dishub saat itu hadir untuk mengamankan acara pembukaan festival.

''Saya adalah bagian dari 250 anggota Satpol-PP Kota Palu yang pada Jumat (28/9) kemarin mengamankan lokasi acara pembukaan Fetsival Pesona Palu Lomoni,'' kata Adrian ketika ditemui Antara di sekitar Balai Kota Palu.

Ratusan anggota Satpol-PP itu berada di lokasi acara festival yang berlangsung di pinggir pantai anjungan Nusantara, Kota Palu, bersama anggota pengamanan lainnya yang berasal dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan. Mereka melakukan apel pasukan untuk mengamankan festival pada Jumat (28/9) pukul 15.00 Wita.

''Tiba-tiba gempa pertama terjadi disusul kepanikan orang yang sebagian melarikan diri menjauh dari pantai,'' kata Adrian menuturkan kronologisnya.

"Namun, setelah kami melihat air tiba-tiba turun, dan akhirnya terjadi kepanikan besar,'' katanya. ''Belum sempat melarikan diri, terjadi gempa yang lebih besar pada 7,4 SR itu, dan tiba-tiba air naik.''

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Antara, hingga Sabtu pagi pukul 10.17 Wita, jenazah anggota Satpol-PP yang ditemukan, baru empat orang. Mereka yang berada di kantor wali kota. Ada pun ratusan lainnya belum diketahui nasibnya.

Gempa dan tsunami selain menewaskan ratusan orang, juga merusak infrastruktur di wilayah tersebut. Di antaranya bandara Palu, Jembatan Kuning, dan ratusan bangunan lainnya.

Bahkan, menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika hingga Sabtu pukul 13.00 WIB, terdapat 1.678 Base Transceiver Station atau BTS dari total 4.193 BTS yang tidak berfungsi pascagempa bumi mengguncang Sulteng.

Kenaikan angka menjadi 40,02% BTS yang tidak berfungsi itu, karena terkendala pasokan listrik. Sedangkan daya baterai cadangan sudah habis dan tidak bisa mendukung kebutuhan operasional BTS.

Reporter : Nina Karmila/ Rol/ Ant    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0