17 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Empat Daerah di Palu Alami Fenomena Likuifaksi, Tanah Bergerak


Empat Daerah di Palu Alami Fenomena Likuifaksi, Tanah Bergerak
Gempa dan tsunami meluluh lantakkan Palu. (Reuters)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Usai gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, empat daerah di Sulteng itu mengalami fenomena Likuifaksi.

Likuifaksi terjadi sesaat setelah gempa bermagnitugo 7,4 di Sulawesi Tengah, Jumat. Rumah dan pohon amblas akibat likuifaksi.

Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan ada empat lokasi yang mengalami likuifaksi. Kebanyakan di Kabupaten Sigi.

"Ada beberapa yang karena liquefaction empat tempat di Jl Dewi Sartika Palu Selatan, di Petobo, Biromaru (Sigi), di Sidera Sigi," papar Sutopo, Minggu, 30/9/2018.

Ia melanjutkan, pihaknya ikut menyaksikan video yang beredar tentang rumah dan pohon yang kelihatannya berjalan yang terjadi saat gempa bukan satu hari atau dua hari kejadian.

"Termasuk rumah yang ada di perumahan Balaroa ini kondisinya amblas. Menyebabkan bangunan rubuh hanyut dan sebagainya. Fenomena liquefaction. Itu adalah fenomena alamiah," ujarnya.

Kepala Bagian Humas BMKG, Harry Tirto Djatmiko, memaparkan likuifaksi adalah fenomena saat kekuatan tanah berkurang karena gempa yang mengakibatkan sifat tanah dari keadaan padat alias solid menjadi cair atau liquid.

Likuifaksi disebabkan tekanan berulang ataubbeban siklik saat gempa sehingga tekanan air pori meningkat atau melampaui tegangan vertikal. Inilah yang menyebabkan benda-benda di sekitar lokasi jadi terseret.

"Likuifaksi tanah yang kehilangan kekuatan akibat diguncang gempa, yang mengakibatkan tanah tidak memiliki daya ikat," tuturnya.

Ia melanjutkan, "Guncangan gempa meningkatkan tekanan air sementara daya ikat tanah melemah, hal ini menyebabkan sifat tanah berubah dari padat menjadi cair."

Fenomena ini kerap terjadi di daerah yang terkena guncangan gempa hebat di dunia, semisal peristiwa di Niigata tahun 1964 di Jepang.

Fenomena di Niigata menjadi salah satu likuifaksi yang paling terkenal. Akibatnya, bangunan apartemen amblas. Fenomena itu terjadi pada 16 Juni 1964 pascagempa bermagnitudo 7,5. Ada sekitar 2.000 rumah yang dilaporkan hancur total.

Selain di Sulteng dan Jepang, fenomena likuifaksi pernah terjadi pula di Amerika, Selandia Baru, dan Korea Selatan.

Dalam tayangan video yang diterima KLIK, fenomena likuifaksi di Palu terlihat rumah dan BTS berjalan, terseret tanah yang bergerak kencang. Kemudian disertai angin kencang yang selanjutnya pergerakan rumah makin cepat.

Reporter : Nina Karmila/ Dtk    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0