17 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Capres Diminta Berikan Solusi Masalah Guru


Capres Diminta Berikan Solusi Masalah Guru
Fahira Idris. (Gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO – Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI, Fahira Idris meminta kandidat calon presiden bisa memberi solusi praktis atas masalah yang dialami para guru di Indonesia. Ia menyampaikan walau sudah 73 tahun merdeka, bangsa ini masih dibayangi berbagai persoalan di bidang pendidikan salah satunya terkait guru.

Fahira mengatakan, setidaknya hingga detik ini ada tiga persoalan utama yang menjadi tantangan guru yang merupakan pilar penting kemajuan pendidikan nasional. “Ketiga persoalan ini ibarat segitiga yang saling terkait atau berhubungan,” tuturnya, 26/11/2018.

Oleh karena itu, sambungnya, formulasi solusi atas ketiganya harus bergerak bersama atau linear. “Bagi saya, segitiga persoalan guru ini menjadi tantangan yang harus dipecahkan para capres/cawapres dalam visi misi dan program mereka di bidang pendidikan,” ujarnya, dilansir Rol.

Soal kesejahteraan guru terutama guru honorer, jelas Fahira, menjadi persoalan klasik yang tidak kunjung mendapat solusi komprehensif karena alasan yang juga klasik, yaitu kemampuan keuangan negara.

Karena itu para capres, menurut Fahira, harus punya formulasi memecahkan persoalan ini. Misalnya keberanian merealisasikan 20 persen APBN murni hanya untuk pendidikan dan kesejahteraan guru.

Ia menilai selama ini anggaran pendidikan juga tersebar untuk 17 kementerian dan lembaga. Kemudian kesenjangan kualitas dan kompetensi guru yang belum merata juga harus segera diretas. Ada daerah, yang kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan kompetensi sosial gurunya secara umum sangat baik.

Namun, di daerah lain terutama di daerah terpencil dan terluar sangat belum memadai. Jika kesenjangan ini terus ‘menganga’ akan menjadi bencana dunia pendidikan.

“Padahal guru-guru di daerah terpencil dan terluar inilah yang harus mendapat prioritas berbagai pelatihan peningkatan kompetensi dan kesempatan melanjutkan pendidikan dari Pemerintah, karena tantangan mereka lebih berat,” ujar Senator DKI Jakarta ini.

Persoalan lain yang juga cukup serius adalah persebaran dan kesenjangan rasio guru dan murid. Menurut Fahira, terdapat dua persoalan mendasar terkait hal ini yaitu pertama perekrutan guru yang tidak sesuai dengan jumlah pendaftaran murid di segala tingkat pendidikan.

Kedua, distribusi guru yang belum merata. Terjadi surplus jumlah guru di kota-kota besar, sementara, di daerah tertentu terutama di desa-desa, daerah terpencil dan terluar justru mengalami defisit guru yang cukup serius. Akibatnya, rasio antara jumlah guru dan murid di Indonesia tidak pernah ideal.

Calon presiden, sambung Fahira, harus mempunya terobosan terkait ini. Salah satunya, berani menerbitkan kebijikan penarikan kewenangan pengelolaan guru dan tenaga pendidikan ke Pemerintah Pusat, sementara daerah hanya administratif saja sehingga tidak ada lagi daerah yang kekurangan dan kelebihan guru.

Reporter : Niken Nirmala/ Rep    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0