20 Januari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Jusuf Kalla: Tsunami Selat Sunda Kejadian yang Tak Biasa


Jusuf Kalla: Tsunami Selat Sunda Kejadian yang Tak Biasa
Jusuf Kalla. (Gi)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, bencana tsunami di Selat Sunda termasuk kejadian yang tidak biasa terjadi. Gelombang tsunami itu terjadi tanpa didahului dengan gempa bumi.

"Saya sudah berbicara dengan Kepala BMKG dan Geologi. Ini suatu kasus yang tidak biasa, bahwa tsunami tanpa gempa. Jadi gejalanya ada kemungkinan dari perubahan atau letusan Gunung Krakatau," kata Wapres, Minggu, 24/12/2018.

Jusuf Kalla mengatakan pihaknya telah memerintahkan jajaran pemerintah daerah setempat, jajaran anggota TNI dan Polri, serta Palang Merah Indonesia untuk segera menuju lokasi bencana guna melakukan evakuasi.

"Dari Pemda, TNI, Polri sudah bergerak dan juga PMI sudah bergerak semua ke sana untuk mengatasi ini," ujarnya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto telah melakukan pemantauan dari udara untuk meninjau lokasi terdampak tsunami Selat Sunda, khususnya di wilayah Anyer, Carita, Labuan dan Tanjung Lesung.

Panglima menjelaskan kondisi bangunan yang rusak akibat terdampak tsunami terlihat jelas di wilayah sekitar Pantai Carita.

"Saya baru saja menuju sasaran. Di sepanjang bibir pantai mulai dari Anyer memang belum nampak, tapi ketika masuk di Pantai Carita memang di sana nampak ada beberapa hotel dan tempat wisata terlihat terkena dampak tsunami, termasuk di Labuan," ujar Panglima Hadi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencan, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan korban tsunami di Selat Sunda hingga Minggu sore terus bertambah.

Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingg (23/12) pukul 16.00 WIB, tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang.

"Korban tsunami dipastikan tidak ada korban warga negara asing. Semua warga Indonesia," kata Sutopo dalam keterangannya, Minggu.

Sutopo memperkirakan, jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah karena belum semua korban berhasil dievakuasi.

Hingga Minggu sore, belum semua Puskesmas melaporkan korban, dan belum semua lokasi dapat didata keseluruhan. "Kondisi ini menyebabkan data akan berubah," katanya.

Reporter : Nina Karmila/Rol    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0