19 Februari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Praktisi Hukum Kaltim: Polisi Harus Tindak Tegas Pelaku Pemukulan


Praktisi Hukum Kaltim: Polisi Harus Tindak Tegas Pelaku Pemukulan
Praktisi Hukum Kaltim, Agus Amri.

KLIKBALIKPAPAN.CO - Tragedi pemukulan mahasiswa saat demonstrasi disesalkan banyak pihak. Pihak kepolisian dinilai bertindak represif dan bisa mencoreng wajah Polri.

Hal itu disampaikan Praktisi Hukum Kaltim, Agus Amri, Selasa, 12/2/2019. Ia menyesalkan tindakan represif aparat. Agus menyarankan agar aparat yang melakukan tindakan represif segera ditindak tegas.

"Ini untuk menjaga nama baik dan kepercayaan masyarakat pada polisi," ingatnya. Agus juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Ia juga mengingatkan pada para mahasiswa agar berhati-hati dalam melakukan aksi unjuk rasa. "Pastikan jangan ada penumpang gelap. Mengingat ini tahun politik," tuturnya.

Dalam melakukan unjuk rasa, ingat Agus, para mahasiswa juga tetap menjaga ketertiban umum. "Dan tentu saja harus menjaga independensinya. Jangan sampai ada yang menunggangi," pesan Agus.

Sebelumnya, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Balikapan, Rizqi Usman, menilai peristiwa pemukulan terhadap peserta aksi diawali tindakan provokatif polisi.

Rizqi, yang juga menjadi salah satu korban memaparkan awalnya unjuk rasa berlangsung damai. Tiba-tiba terjadi kericuhan yang berlangsung sangat cepat.

"Pertama saya melihat Korlap Yoseph dipukul polisi duluan. Nah ini kan bentuk provokasi dari pihak kepolisian," papar Rizqi, ditemui di RS Balikpapan, Senin 11/2/2019 malam.

Ia menduga hal itu dilakukan dengan sengaja. "Yang jelas polisinya memakai baju putih rapi. Tiba-tiba ia memukul korlap aksi kami, Yoseph. Itu klimaksnya," tutur Rizqi.

Setelah pemukulan tersebut, sambung Rizqi, suasana makin memanas. Saat itulah ia menjadi korban represifitas kepolisian.

"Saya tiba-tiba dipeteng. Leher saya ditarik, lalu jatuh. Teman-teman tidak sempat melindungi. Kemudian saya ditendang, diinjak-injak. Bibir saya pecah. Di bagian dada kiri saya sangat sakit," tuturnya.

 

Reporter : Dicky Sera    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0