25 Mei 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Penemuan Terbesar, 87 Mortir Bekas Perang Dunia Kedua Ditemukan


Penemuan Terbesar, 87 Mortir Bekas Perang Dunia Kedua Ditemukan
Penemuan mortir berdaya ledak tinggi. (Sindo)

KLIKBALIKPAPAN.CO - Puluhan mortir ditemukan di pekarangan rumah warga. Total sebanyak 87 mortir yang berhasil diangkat, Selasa, 5/3/2019. Penemuan tersebut dilakukan setelah polisi menggali selama enam jam dari pukul 14.00 hingga 20.00 WIB.

Bahan peledak berbahaya itu ditemukan di Jalan Ir H Djuanda, Gang Cinta Wangi, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Mortir tersebut diduga tertimbun sejak zaman penjajahan Belanda. Penggalian dilakukan tim Penjinak Bahan Peledak Gegana Brimob Polda Jabar.

"Ada 87 mortir. Penggalian akan dilakukan lagi besok oleh tim Jihandak Zipur Kostrad dan Jihandak Gegana Brimob Polda Jabar," ujar Kapolres Bandung, Kombes Pol Irman Sugema, Selasa, 5/3/2019, dikutip dari Sindonews.

Irman mengemukakan, mortir-mortir diberikan kepada pihak TNI, dalam hal ini Kesatuan Paldam, untuk dilakukan penelitian terhadap jenis mortir.

Dari analisa sementara, mortir yang ditemukan itu pernah digunakan pada Perang Dunia II. "Ada dugaan jenis mortir pada masa Perang Dunia II," ujar Kapolres.

Puluhan mortir tertanam di dalam tanah. Beberapa mortir dalam keadaan baik dan ada juga yang rusak. Meski begitu, untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan, seluruh mortir dievakuasi dan dianalisa oleh Paldam III/Siliwangi.

Dandim 0618 BS Letkol Inf M Herry Subagyo mengatakan, dilihat dari bentuknya, mortir itu memiliki kaliber 8,0 mm. Kekuatan daya ledaknya cukup besar dan mematikan. 

"Dari jenisnya ini memiliki daya ledak 20 sampai 30 meter dan mematikan. Mortir bekas Perang Dunia II. Namun dari negara mana produksi, masih didalami," jelas Herry.

Ia menerangkan bahan peledak jenis mortir yang ditemukan di halaman rumah milik Kevin Pratama ini yang terbanyak di Indonesia. Sebab tidak menutup kemungkinan, masih ada beberapa mortir di dalam tanah yang belum terangkat. 

"Dulu di Medan Sumatera Utara) tidak sebanyak ini. Ini kayanya yang terbesar. Besok akan kembali dilakukan penyisiran dengan memakai metal detector," ujarnya. 

Herry memastikan, untuk saat ini baik pemilik rumah dan warga sekitar masih dalam kondisi aman. Namun begitu pihaknya masih terus melakukan penjagaan bersama pihak kepolisian. 

"Nanti, semua morti akan kami evakuasi terlebih dulu dan lokasi juga akan kami sterilkan. Besok tim TNI dan Polri akan kembali mencari mortir lain yang kemungkinan masih tertimbun tanah," jelas Herry.

Reporter : Deni Nuswantara/ Snd    Editor : KLIK Group



Comments

comments


Komentar: 0